Source: http://caramembuat524.blogspot.com/2014/01/cara-agar-blog-tidak-bisa-di-copy-paste.html TIKET MURAH dan UMRAH HEMAT

PUSAT LAYANAN UMRAH & HAJI KHUSUS, TOUR, TICKETING, EVEN ORGANIZER, DAN KEMITRAAN

INFO PUSAT LAYANAN UMRAH DAN HAJI KHUSUS
Phone. 0822 3292 3828 Pin BB. 7CEA3C40

INFO PUSAT LAYANAN TOUR, EVEN ORGANIZER, TIKET
Phone. 0857 04945 612 Pin BB. 74F65C09

Wednesday, 29 October 2014

Rindu kami kepadamu Ya Rasulullah - | - Saat Ajal Menjemput Rasulullah

Pusat Tiket, Tour, Umrah dan Haji Khusus

Kematian adalah muara kehidupan manusia dan akhir perjalanannya di dunia, tidak ada yang lolos dari lubang jarum kematian, besar dan kecil, tua dan muda, sehat dan sakit, laki-laki dan wanita, semua yang hidup pasti akan meneguk gelas kematian dan memasuki gerbangnya yang berat. Beratnya kematian bisa kita lihat dari sejarah kematian manusia yang terekam kepada kita, bagaimana calon mayit mengalami sakaratul maut yang jika dia bisa berlari darinya niscaya dia akan berlari, tetapi ke mana?

Berikut ini adalah sejarah yang terekam tentang kematian manusia terbaik, sayid para nabi dan rasul, Muhammad saw.

Pada saat tanda-tanda sakit mulai terlihat pada diri Rasulullah saw, beliau bersabda, "Aku ingin mengunjungi syuhada perang Uhud." Beliau berangkat dan berdiri di atas kubur mereka dan berkata, “Assalamu'alaikum wahai syuhada Uhud, kalian adalah orang-orang yang mendahului, kami, insya Allah, akan menyusul kalian dan aku pun insya Allah akan menyusul kalian."

Pulang dari sana Rasulullah saw menangis, mereka bertanya, "Apa yang membuatmu menangis ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Aku rindu kepada saudara-saudaraku." Mereka berkata, "Bukankah kami adalah saudara-saudaramu ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Bukan, kalian adalah sahabat-sahabatku. Adapun saudara-saudaraku, maka mereka adalah kaum yang datang sesudahku, mereka beriman kepadaku dan tidak melihatku."

Tiga hari sebelum wafat, sakit beliau mulai menguat. Waktu itu beliau menginap di rumah Maemunah, beliau bersabda, "Kumpulkan istri-istriku." Para istri berkumpul. Nabi saw bertanya kepada mereka, "Apakah kalian mengizinkanku menginap di rumah Aisyah?" Mereka menjawab, "Kami mengizinkanmu ya Rasulullah." Beliau hendak bangkit, tetapi tidak mampu. Maka datanglah Ali bin Abu Thalib dan Fadhl bin Abbas memapah Rasulullah dari rumah Maemunah ke rumah Aisyah.

Untuk pertama kali para sahabat melihat Nabi saw dipapah. Mereka berkumpul dan bertanya-tanya, "Ada apa dengan Rasulullah, ada apa dengan Rasulullah?" Orang-orang mulai berkumpul di masjid. Dan masjid pun penuh dengan para sahabat.

Nabi saw dibawa ke rumah Aisyah, beliau mulai berkeringat dan berkeringat. Aisyah berkata, "Aku belum pernah seumur-umur melihat orang berkeringat sederas ini." Lalu Aisyah memegang tangan Rasulullah dan mengusap keringat dengan tangan itu. Mengapa dengan tangan Rasulullah saw dan bukan dengan tangannya sendiri? Aisyah menjelaskan, "Tangan Rasulullah saw lebih baik dan lebih mulia dari tanganku. Karena itu aku mengusap keringatnya dengan tangannya dan bukan dengan tanganku." Ini merupakan penghormatan kepada Nabi saw.

Aisyah berkata, aku mendengarnya berkata, “La ilaha illallah, kematian mempunyai sekarat. La ilaha illallah, kematian mempunyai sekarat." Terdengar suara gaduh dari masjid. Nabi saw bertanya, "Ada apa?" Aisyah menjawab, "Orang-orang mengkhawatirkanmu ya Rasulullah." Nabi saw berkata, "Bawalah aku kepada mereka."

Beliau hendak berdiri tetapi tidak bisa, maka beliau disiram air tujuh kali agar sadar, selanjutnya beliau dibawa ke masjid ke atas mimbar. Inilah khutbah terakhir di mana beliau berkata, "Wahai manusia sepertinya kalian mengkhawatirkanku." Mereka menjawab, "Benar ya Rasulullah." Rasulullah saw bersabda, "Wahai manusia, dunia bukanlah pertemuan kalian denganku akan tetapi pertemuan kalian denganku adalah di telaga. Demi Allah seolah-olah diriku melihatnya dari tempat ini. wahai manusia, demi Allah bukan kemiskinan yang aku takutkan atas kalian, akan tetapi yang aku takutkan atas kalian adalah dunia. Kalian berlomba-lomba padanya sebagaimana orang-orang sebelum kalian juga berlomba-lomba padanya. Maka ia membinasakan kalian seperti ia telah membinasakan mereka."

Beliau melanjutkan, "Wahai manusia bertakwalah kepada Allah pada wanita aku mewasiatkan agar kalian berbaik-baik kepada wanita." Kemudian beliau melanjutkan, "Wahai manusia sesungguhnya seorang hamba diberi pilihan oleh Allah antara dunia dan apa yang ada di sisiNya maka dia memilih apa yang ada di sisiNya." Tidak seorang pun yang mengerti siapa hamba tersebut, padahal maksud Nabi saw adalah dirinya sendiri, kecuali Abu Bakar. Ketika Abu Bakar mendengar ucapan Rasulullah saw, dia tidak mampu menahan dirinya, tangisannya terdengar di seluruh masjid, dia memotong ucapan Rasulullah saw, "Ya Rasulullah, kami mengorbankan bapak-bapak kami untukmu, ya Rasulullah kami mengorbankan ibu-ibu kami untukmu, ya Rasulullah kami mengorbankan istri-istri kami untukmu, ya Rasulullah kami mengorbankan harta-harta kami untukmu." Abu Bakar mengulang-ulang ucapannya. Maka orang-orang melihatnya dengan kejengkelan, bagaimana dia berani memotong pembicaraan Rasulullah saw. Rasulullah saw meneruskan, "Wahai manusia, tidak seorang pun dari kalian yang memiliki jasa kepada kami kecuali kami telah membalasnya, kecuali Abu Bakar, aku tidak kuasa membalasnya, maka aku menyerahkannya kepada Allah Taala. Semua pintu ke masjid hendaknya ditutup kecuali pintu Abu Bakar, ia tidak ditutup untuk selama-lamanya."

Beliau dipapah pulang ke rumah. Datanglah Abdur Rahman bin Abu Bakar dengan siwak di tangannya. Aisyah berkata, "Dari pandangan kedua matanya aku mengerti bahwa beliau menginginkan siwak. Maka aku mengambil siwak dari tangan Abdur Rahman dan melunakkannya terlebih dahulu dengan mulutku, seterusnya aku berikan kepada Nabi saw. Jadi ludahku adalah sesuatu yang paling terakhir yang masuk ke dalam mulut Rasulullah saw."

Putri Rasulullah saw Fatimah datang, dia menangis, dia menangis karena dia terbiasa setiap kali datang kepada Nabi saw, Nabi saw berdiri menyambutnya dan mencium keningnya, akan tetapi kali ini Nabi saw tidak kuasa berdiri untuknya. Rasulullah saw berkata kepada Fatimah, "Mendekatlah kemari wahai Fatimah." Rasulullah saw berbisik kepadanya di telinganya, maka Fatimah menangis. Kemudian beliau berkata kepadanya untuk kedua kalinya, "Mendekatlah kemari ya Fatimah." Rasulullah saw berbisik kepadanya dan Fatimah tertawa. Setelah Rasulullah saw wafat, Fatimah ditanya tentang hal itu, maka dia menjawab, beliau berkata kepadaku, “Wahai Fatimah aku mati pada malam ini.” Maka aku menangis. Kemudian beliau berkata kepadaku, “Wahai Fatimah, kamu adalah keluargaku pertama yang menyusulku.” maka aku tertawa.

Lalu Nabi saw bersandar di dada Aisyah istrinya. Aisyah berkata, beliau mengangkat tangannya dan pandangannya ke langit, kedua bibirnya bergerak, yang terdengar oleh Aisyah adalah, “Bersama orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada` dan shalihin, ya Allah ampunilah aku dan rahmatilah aku, dan kembalikan aku kepada ar-Rafiq al-A’la, ya Allah ar-Rafiq al-A’la.” Kata terakhir terulang tiga kali dan tangannya luruh. Beliau berpulang.

Perisitwa besar ini terjadi di waktu dhuha pada hari Senin 12 Rabi’ul Awal tahun 11 H, usia beliau padsa saat itu enam puluh tiga tahun lebih empat hari.

Anas berkata, “Aku tidak pernah melihat satu hari pun yang lebih baik dan lebih bersinar daripada hari kedatangan Rasulullah saw, dan aku tidak melihat satu hari pun yang lebih buruk dan lebih gelap daripada hari kematian Rasulullah saw.”

Sunday, 26 October 2014

Kisah Wanita Koma di Tanah Suci

Pusat Tiket, Tour, Umrah dan Haji Khusus

Kisah Pramugari Koma Di Tanah Suci | Kisah ini telah diceritakan oleh seorang pengurus jamaah haji dan umrah, ketika peristiwa itu umur beliau sekitar 20 tahun dan masih menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar. Kebetulan ketika itu beliau balik ke Mekah sebentar untuk menghabiskan cuti semester.

Beliau menetap di Mekah sejak 1981 setelah menamatkan pendidikannya di Sekolah Agama Gunung Semanggol, Perak. Keluarganya semua menetap di Mekah, kecuali beliau seorang diri, dimana sebelum ini tinggal dengan neneknya di Perak. Walaupun di usia yang muda ketika itu, beliau ditugaskan oleh bapanya, Haji Nasron untuk menguruskan jzmaah haji dan umrah karena beliau adalah anak sulung dalam keluarganya.

Marilah sama-samalah kita hayati kisah ini untuk renungan bersama.

Selama hampir sembilan tahun menetap di Mekah sambil mengurus jamaah haji dan umrah, saya telah melalui pelbagai pengalaman menarik dan pelik. Bagaimanapun, dalam banyak-banyak peristiwa itu, ada satu kejadian yang pasti tidak akan saya lupakan sampai kapanpun. Kisah ini dialami oleh seorang wanita yang berusia di pertengahan 30-an, dia bekerja sebagai seorang pramugari. Kejadian itu terjadi sewaktu saya mengurus satu rombongan haji.

Kedatangan wanita tersebut dan rombongan haji di Lapangan Terbang Jeddah kami sambut dengan sebuah bis. Semuanya nampak riang karena itulah kali pertama mereka mengerjakan haji. Setelah sampai, saya membawa mereka menaiki bis dan dari situ, kami menuju ke Madinah.

Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar hinggalah kami sampai di Madinah. Tiba di Madinah, semua orang turun dari bis. Turunlah mereka seorang demi seorang hingga tiba kepada giliran wanita tersebut. Tetapi tanpa jelas penyebabnya, begitu kaki menginjak bumi Madinah, tiba-tiba wanita itu tumbang tidak sedarkan diri. Sebagai orang yang dipertanggungjawabkan mengurus jamaah itu, saya pun bergegas menuju ke arah wanita tersebut. “Jamaah ini sakit” kata saya pada jamaah-jamaah yang lain.
Suasana yang tadinya tenang serta merta bertukar menjadi cemas. Semua jamaah nampak panik dengan apa yang sedang terjadi.

“Badan dia panas dan menggigil. Jamaah ini tak sedarkan diri, cepat tolong saya, kita bawa dia ke rumah sakit,” kata saya.
Tanpa membuang waktu, kami mengangkat wanita tersebut dan membawanya ke rumah sakit Madinah yang terletak tidak jauh dari situ. Sementara itu, jamaah yang lain dihantar ke tempat penginapan masing-masing. Sampai di rumah sakit Madinah, wanita itu masih belum sadarkan diri. Berbagai usaha dilakukan oleh doktor untuk memulihkannya, namun semuanya gagal.

Hingga sore hari, wanita itu masih koma. Sementara itu, tugas mengendalikan jemaah perlu saya teruskan. Saya terpaksa meninggalkan wanita tersebut terlantar di RS. Namun dalam kesibukan menguruskan jemaah, saya menghubungi RS untuk mengetahui perkembangan wanita tersebut. Bagaimanapun, saya diberitahu dia masih tidak sedarkan diri.

Selepas dua hari, wanita itu masih juga tidak sedarkan diri. Saya makin cemas, maklumlah, itu adalah pengalaman pertama saya berhadapan dengan situasi seperti itu. Semua usaha sudah dilakukan untuk memulihkannya semuanya gagal, maka wanita itu dihantar ke RS Abdul Aziz Jeddah untuk mendapatkan rawatan lanjut sebab pada masa itu RS di Jeddah lebih lengkap kemudahannya berbanding RS Madinah. Namun usaha untuk memulihkannya masih tidak berhasil.

Jadual haji mesti diteruskan. Kami bertolak pula ke Mekah untuk mengerjakan ibadat haji. Selesai haji, sekali lagi saya pergi ke Jeddah. Malangnya, ketika sampai di RS King Abdul Aziz, saya diberitahu oleh doktor bahwa wanita tersebut masih koma. Bagaimanapun, kata doktor, keadaannya stabil. Melihat keadaannya itu, saya ambil keputusan untuk menunggunya di RS.

Selepas dua hari menunggu, akhirnya wanita itu membuka matanya. Dari sudut matanya yang terbuka sedikit itu, dia memandang ke arah saya. Tapi setelah melihat wajah saya, wanita tersebut terus memeluk saya dengan erat sambil menangis teresak-esak.

Sudah tentu saya terkejut sebab saya ini bukan mahramnya. Tambahan pula kenapa saja dia tiba-tiba menangis?? Saya bertanya kepada wanita tersebut, “Kenapa Anda menangis?”

“Ustaz….saya taubat dah Ustaz. Saya menyesal, saya takkan buat lagi hal-hal yang tak baik. Saya bertaubat, betul-betul taubat.”
“Kenapa pulak ini Anda tiba-tiba saja mau bertaubat?” tanya saya masih kebingungan. Wanita itu terus menangis teresak-esak tanpa menjawab pertanyaan saya itu.

Seketika kemudian dia bersuara, menceritakan kepada saya mengapa dia berkelakuan demikian, cerita yang bagi saya perlu diambil iktibar oleh kita semua.

Katanya, “Ustaz, saya ini sudah berumah tangga, kawin dengan lelaki orang putih. Tapi saya silap. Saya ini cuma Islam pada nama dan keturunan saja. Ibadah satu apa pun saya tak buat. Saya tak sembahyang, tak puasa, semua amalan ibadat saya dan suami saya tak kami kerjakan. Rumah saya penuh dengan botol arak. Suami saya itu saya tendang, saya pukul-pukul saja,” katanya tersedu-sedan.

“Kok bisa anda pergi haji ini?”
“Yalah…saya lihat orang lain pergi haji, saya pun teringin juga pergi.”
“Jadi apa sebab yang Anda menangis sampai macam ini sekali. Ada sesuatu ke yang Anda alami semasa sakit?” tanya saya lagi.

Dengan suara tersekat-sekat, wanita itu menceritakan,
“Ustaz…Allah itu Maha Besar, Maha Agung, Maha Kaya. Semasa koma tu, saya telah diazab dengan seksaan yang benar-benar pedih atas segala kesilapan yang telah saya buat selama ini.
“Betul kah ?” tanya saya, terkejut.
“Betul Ustaz. Semasa koma itu saya telah ditunjukkan oleh Allah tentang balasan yang Allah beri kepada saya. Balasan azab Ustaz, bukan balasan syurga. Saya rasa seperti diazab di neraka. Saya ni seumur hidup tak pernah pakai jilbab. Sebagai balasan,rambut saya ditarik dengan bara api. Sakitnya tak bisa saya ceritakan macam mana pedihnya. Menjerit-jerit saya minta ampun minta maaf kepada Allah.”

“Bukan itu saja, buah dada saya pula diikat dan disepit dengan penyepit yang dibuat daripada bara api, kemudian ditarik ke sana-sini…putus, jatuh ke dalam api neraka. Buah dada saya rentung terbakar, panasnya bukan main. Saya menjerit, menangis kesakitan. Saya masukkan tangan ke dalam api itu dan saya ambil buah dada tu balik.”
Tanpa mempedulikan pasien lain dan juru rawat memerhatikannya wanita itu terus bercerita. Menurutnya lagi, setiap hari dia disiksa, tanpa henti, 24 jam sehari. Dia tidak diberi peluang langsung untuk berehat atau dilepaskan daripada hukuman sepanjang masa koma itu dilaluinya dengan azab yang amat pedih. Dengan suara tersekat-sekat, dengan air mata yang makin banyak bercucuran, wanita itu meneruskan ceritanya,

“Hari-hari saya disiksa. Rambut saya ditarik dengan bara api, sakitnya terasa seperti akan tercabut kulit kepala. Panasnya pula menyebabkan otak saya terasa seperti menggelegak. Azab itu cukup pedih…pedih yang amat sangat…tak bisa diceritakan.”
Sambil bercerita, wanita itu terus meraung, menangis teresak-esak. Nyata dia betul-betul menyesal dengan kesilapannya dahulu. Saya pula tertegun, kaget dan menggigil mendengar ceritanya. Begitu sekali balasan Allah kepada umatnya yang ingkar.

“Ustaz…saya ni nama saja Islam, tapi saya minum arak, saya main judi dan segala macam dosa besar. Kerana saya suka makan dan minum apa yang diharamkan Allah, semasa tidak sedarkan diri itu saya telah diberi makan buah-buahan yang berduri tajam. Tidak ada isi pada buah itu melainkan duri-duri sahaja, tapi saya perlu makan buah-buah itu sebab saya betul-betul lapar.
“Bila ditelan saja buah-buah itu, duri-durinya menikam kerongkong saya dan bila sampai ke perut, ia menikam pula perut saya. Sedangkan jari yang tercucuk jarum pun terasa sakitnya, inikan pula duri-duri besar menyucuk kerongkong dan perut kita.

Habis saja buah-buah itu saya makan, saya diberi pula makan bara-bara api. Waktu saya masukkan saja bara api itu ke dalam mulut, seluruh badan saya rasa seperti terbakar hangus. Panasnya cuma Allah saja yang tahu. Api yang ada di dunia ini tidak akan sama dengan kepanasannya.

Selepas habis bara api, saya minta minuman, tetapi…saya dihidangkan pula dengan minuman yang dibuat dari nanah. Baunya cukup busuk. Tapi saya terpaksa minum sebab saya sangat dahaga. Semua terpaksa saya lalui…azabnya tak pernah rasa, tak pernah saya alami sepanjang saya hidup di dunia ini.”
Saya terus mendengar cerita wanita itu dengan tekun. Terasa sungguh kebesaran Allah.
“Masa diazab itu, saya merayu mohon kepada Allah supaya berilah saya nyawa sekali lagi, berilah saya peluang untuk hidup sekali lagi. Tak berhenti-henti saya memohon. Saya katakan saya akan buktikan bahwa saya tak akan ulangi lagi kesilapan dahulu. Saya berjanji tak akan ingkar perintah Allah dan akan jadi umat yg soleh. Saya berjanji kalau saya dihidupkan kembali, saya akan tampung segala kekurangan dan kesilapan saya dahulu, saya akan mengaji, akan sembahyang, akan puasa yang selama ini saya tinggalkan.”

Saya termenung mendengar cerita wanita itu. Benarlah, Allah itu Maha Agung dan Maha Berkuasa. Kita manusia ini tak akan terlepas daripada balasannya. Kalau baik amalan kita maka baiklah balasan yang akan kita terima, kalau buruk amalan kita, maka azablah kita di akhirat kelak. Alhamdulillah, wanita itu telah menyaksikan sendiri kebenaran Allah.

“Ini bukan mimpi ustaz. Kalau mimpi azabnya takkan sampai pedih macam tu sekali. Saya bertaubat Ustaz, saya tak akan ulangi lagi kesilapan saya dahulu. Saya bertaubat… saya taubat Nasuha,” katanya sambil menangis-nangis.
Sejak itu wanita berkenaan benar-benar berubah. Saat saya membawanya ke Mekah, dia menjadi jemaah yang paling warak. Amal ibadahnya tak henti-henti. Contohnya, kalau wanita itu pergi ke masjid pada waktu maghrib, dia cuma akan balik ke biliknya semula selepas sembahyang subuh.
“Mba…mba sembahyang terus-terusan ini kenapa. Mba harus jaga juga kesehatan diri Anda. Lepas sembahyang Isyak itu Anda baliklah, makan nasi kah, istirahat lah…” tegur saya.

“Tak apalah Ustaz. saya ada bawa buah kurma. Bisa saya makan saat saya lapar.”
Menurut wanita itu, sepanjang berada di dalam Masjidil Haram, dia mengqadakan semula sembahyang yang ditinggalkannya dahulu. Selain itu dia berdoa, mohon kepada Allah supaya mengampunkan dosanya. Saya kasihan melihatkan keadaan wanita itu, takut kerana ibadah dan tekanan perasaan yang keterlaluan dia akan jatuh sakit pula. Jadi saya menasihatkan supaya tidak beribadat keterlaluan hingga mengabaikan kesihatannya.

“Tak bisa Ustaz. Saya takut…saya dah merasai pedihnya azab tuhan. Ustaz tak rasa, Ustaz tak tau. Kalau Ustaz dah merasai azab itu, Ustaz juga akan jadi macam saya. Saya betul- betul bertaubat.” Wanita itu juga berpesan kepada saya, katanya, “Ustaz, kalau ada perempuan Islam yang tak pakai tudung, Ustaz ingatkanlah pada mereka, pakailah tudung, jaga lah aurat dengan sempurna.

Cukuplah saya seorang saja yang merasai seksaan itu, saya tak mau wanita lain pula jadi seperti saya. Semasa diazab, saya melihat firman yang Allah beri ialah setiap sehelai rambut wanita Islam yang sengaja diperlihatkan kepada orang lelaki yang bukan mahramnya, maka dia diberikan satu dosa. Kalau 10 orang lelaki bukan mahram tengok sehelai rambut saya ini, bermakna saya mendapat 10 dosa.

“Tapi Ustaz, rambut saya ini banyak jumlahnya, beribu-ribu. Kalau seorang melihat rambut saya, ini bermakna beribu-ribu dosa yang saya dapat. Kalau 10 orang melihat, gimana ? Kalau 100 orang lihat ? Itu sehari, kalau setiap hari kita tak pakai kerudung seperti saya ini ??? Allah…”

“Saya mohon, balik dari haji ini, saya akan minta tolong dari ustaz supaya ajar suami saya sembahyang, puasa, mengaji, buat ibadat. Saya akan ajak suami pergi haji. Seperti saya, suami saya itu Islam pada nama saja. Tapi itu semua kesilapan saya. Saya sudah bawa dia masuk Islam, tapi saya tak bimbing dia. Bukan itu saja, saya pula yang jadi seperti orang bukan Islam.”

Sejak balik dari haji itu, saya tak dengar lagi apa-apa cerita tentang wanita tersebut. Bagaimanapun, saya percaya dia sudah menjadi wanita yang benar-benar solehah. Adakah dia berbohong kepada saya tentang ceritanya diazab semasa koma?
Tidak. Saya percaya dia berkata benar. Jika dia berbohong, kenapa dia berubah dan bertaubat Nasuha?
Satu lagi, cobalah bandingkan azab yang diterimanya itu dengan azab yang digambarkan oleh Allah dan Nabi dalam Al-Quran dan hadis. Adakah ia berbohong ? Benar, apa yang berlaku itu memang kita tidak dapat membuktikannya secara ilmiah, tapi bukankah soal dosa dan pahala, syurga dan neraka itu perkara ghaib?
Janganlah saat kita sudah meninggal dunia, saat kita sudah diazab barulah kita mahu percaya bahawa “Oh… memang betul apa yang Allah dan Rasul katakan. Aku menyesal…” Itu dah terlambat.

Firman Allah yang artinya :
“Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat itu meminta (secara mengejek-ejek) supaya disegerakan kedatangannya, dan (sebaliknya) orang-orang yang beriman merasa takut ngeri kepadanya serta mereka mengetahui dengan yakin bahawa ia adalah benar. Ketahuilah! Sesungguhnya orang-orang yang membantah mengenai hari kiamat itu, tetap berada dalam kesesatan yang jauh terpesong.” (Asy-Syuura 42:18)

Wallahu’alam….

Monday, 15 September 2014

Alloh membayar Hutang2Nya pada kita dari shodaqah

Pusat Tiket, Tour, Umrah dan Haji Khusus

KISAH NYATA :
Alloh membayar Hutang2Nya pada kita dari shodaqah.

"Dengan shodaqah dan infaq berarti kita telah memberi pinjaman pada Alloh,.."
Ada seorang tukang becak, yang sudah cukup sepuh (tua), beliau tinggal di daerah Dinoyo (Malang, Jatim).
Setiap hari Jum'at, ia menggratiskan tarif becaknya, dengan niat shodaqoh..
Suatu kali, pada hari Jum'at, ada seorang pria bapak-bapak yang jadi penumpangnya.
Pria itu naik becak jarak dekat saja, tanpa tawar-menawar, pria itu membayar tarif becak yang di tumpanginya dengan uang 20ribu, tetapi langsung ditolak sama bapak tukang becak, beliau bilang :
"Kulo ikhlas Pak, pun usah dibayar, kula sagete shodaqoh nggeh ngeten niki.."
"(Saya ikhlas Pak, sudah jangan dibayar, saya cuma bisa shadaqoh dengan cara seperti ini..)."
Si penumpang pun kaget, tapi karena terburu-buru, Pria itu langsung pergi begitu saja, setelah mengucapkan terima-kasih.
Pekan berikutnya, pada hari jumat pula, Pria itu bertemu lagi dengan tukang becak yang sama pada Jum'at lalu.
Setelah diantar ke tempat tujuan, Pria itu menyodorkan uang 200ribu, atau 10x lipat dari shodaqoh tukang becak kepada pria ini Jum'at lalu, untuk tarif becaknya.
Tukang becak yang sudah sepuh ini pun menjawab dengan tenang :
"Insyaallah.. Kulo ikhlas pak..
Kulo sagete shodaqoh nggih namung ngeten niki,, ngateraken tiyang."
"(Insyaallah.. Saya ikhlas Pak..
Saya cuma bisa shadaqoh dengan cara seperti ini,, mengantarkan orang..)."
Karena merasa aneh, Pria yang menumpang itu menimpali :
"Lha kalau begini terus, Istri, dan Anak bapak makan apa.!? Kenapa nggak mau dibayar..?!"
Tukang becak itu pun menjawab :
"Alhamdulillah, Rayat kulo nggih sami ikhlas menawi saben Jum'at kula shodaqoh ngeten niki..".
"(Alhamdulillah, Istri saya pun sama-sama ikhlas jika tiap hari Jum'at saya bershodaqoh dengan cara ini..)"
"Oh,, jadi Bapak nggak mau di bayar pada hari Jum'at saja..!?" Tanya si penumpang memastikan.
"Nggeh, Pak"
"Rumah bapak dimana?" Tanya penumpang penasaran..
"Wonten Dinoyo Pak, wingkingipun bank..".
"(Tinggal di Dinoyo Pak, sebelah belakang bank..)"
Hari pun berlalu, dan di hari Jum'at berikutnya, Pria penumpang becak yang penasaran ini mencari rumah Tukang becak itu.
Setelah menyusuri gang sempit sebelah gedung bank di daerah dinoyo, akhirnya Pria itu ketemu juga dengan rumah sederhana milik Tukang becak yang di carinya.
Setelah mengetuk pintu, keluarlah seorang wanita yang sudah tua, masih menggunakan mukena.
Hatinya tergetar...
batinnya menangis..
betapa selama ini, ia yang sangat di cukupi kebutuhannya oleh Allah s.w.t, malah jarang bersimpuh kepada-Nya.
Jangankan sedekah, dan sholat dhuha, sholat wajib saja masih sering ia tinggalkan..
Setelah mengucapakan salam dan basa basi sebentar lalu dia meminta idzin untuk meminjam KTP bapak tukang becak dan ibu pemilik rumah
"Bapak tasik siap-siap badhe sholat Jum'at, niki KTP-ne damel nopo nggeh..!!?"
"(Bapak masih melakukan persiapan untuk sholat Jum'at, ini KTP nya, kalau boleh tau buat apa ya..!?)
"Bu, bapak, dan juga ibu telah membuka mata hati saya, ini jalan hidayah yang telah Allah s.w.t anugerahkan kepada saya.
Insyaallah, Bapak, dan Ibu saya daftarkan untuk naik haji ONH Plus bersama saya, dan istri, mohon di terima ya, Bu.."
Subhanalloh....Alloh benar2 menepati janjiNya..
Seperti diterangkan dalam surat Al Baqarah ayat 261,Alloh akan melipatkan shodaqah dan infaq sampai 700 x lipatan.
==============
Masya Allah..
sungguh maha pemurah Allah s.w.t yang membalas kebaikan-kebaikan kecil, dengan kebaikan-kebaikan yang lebih besar.
BAROKALLOHU LAKUM

Friday, 20 June 2014

Maskapai Tutup, Pengusaha Travel Paling Dirugikan

Pusat Tiket, Tour, Umrah dan Haji Khusus

Agen perjalanan selalu menjadi pihak yang paling dirugikan dari tutupnya maskapai penerbangan. Sudah beberapa kali maskapai mengalami bangkrut dan pailit, deposit para agen perjalanan ini selalu hilang tanpa ada yang dikembalikan. Posisi pengusaha perjalanan dalam Undang-Undang Kepailitan memang masuk yang paling buncit. 

Posisi ini yang membuat mereka paling rentan, jika ada maskapai yang menyatakan bangkrut. Tercatat, sudah beberapa kali maskapai bangkrut, pihak agen perjalanan selalu tidak pernah mendapatkan kembali deposit mereka. 

Sebut saja : Bouraq di awal tahun 2000 an, menyusul Jatayu, Adam Air. Pelita Air, Linus, Kartika, Mandala, Batavia dan Merpati. Bahkan kini salah satu maskapai yang sempat berhenti beberapa saat dan sempat beroperasi kembali, kini kembali menyatakan pailit...itu tidak adil, karena hilangnya deposit tersebut adalah uang mereka, namun dianggap aset oleh perusahaan. Walaupun demikian, pihak pengusaha juga tidak bisa berbuat banyak karena itu adalah aturan resmi. 

Perlu diingat, sejak diterapkannya sistem e-ticket, pihak Agent diwajibkan melakukan deposit dengan nilai minimum yang bervariasi. Kita misalkan per Agent deposit minimum Rp. 10jt dan maskapai tersebut memiliki 2000 agent diseluruh Indonesia..sudah 20 M uang Agent yang mereka putar untuk kegiatan mereka. Dan perlu dicatat bahwa Agent menanamkan uang deposit mereka untuk sesuatu yang belum mereka pakai.

Dan ketika mereka tidak mampu menjalankan roda perusahaannya maka dengan santainya mereka bilang pailit dan uang agent tidak dikembalikan. Itu masih dari sisi uang deposit Agent, belum lagi hak agent komisi yang belum dibayarkan.  Nah keanehan demi keanehan ini yang mengusik rasa keadilan kita para travel agent yang  menaruh puluhan milyar rupiah di maskapai yang bersangkutan dalam bentuk top up deposit, tetapi ketika Pailit  harapannya NOL besar  untuk menarik kembali uang depositnya . Keanehan lain, mengapa uang top up deposit travel agent yang bukan harta pihak maskapai, dimasukkan sebagai boedel pailit ?

Ada pula faktor ketidaksetaraan dalam hubungan bisnis ( non equality business partnership) antara pihak maskapai dan Agent. Travel agent selalu dalam pihak yang lemah, yang seolah –olah bisa dipermainkan seenaknya oleh pihak maskapai penerbangan.  Tapi kita melihat bahwa ada system besar yang menaungi  bisnis penerbangan di Indonesia, tapi mengapa hal itu bisa terjadi.   Sebuah pertanyaan besar ?


Thursday, 5 June 2014

Kisah Istri Sholehah Yang Mengharukan

Pusat Tiket, Tour, Umrah dan Haji Khusus

Seorang istri menceritakan kisah suaminya pada tahun 1415 H, ia berkata :

Suamiku adalah seorang pemuda yang gagah, semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat beragama, dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Ia menikahiku pada tahun 1390 H. Aku tinggal bersamanya (di kota Riyadh) di rumah ayahnya sebagaimana tradisi keluarga-keluarga Arab Saudi. Aku takjub dan kagum dengan baktinya kepada kedua orang tuanya. Aku bersyukur dan memuji Allah yang telah menganugerahkan kepadaku suamiku ini. Kamipun dikaruniai seorang putri setelah setahun pernikahan kami.
Lalu suamiku pindah kerjaan di daerah timur Arab Saudi. Sehingga ia berangkat kerja selama seminggu (di tempat kerjanya) dan pulang tinggal bersama kami seminggu. Hingga akhirnya setelah 3 tahun, dan putriku telah berusia 4 tahun… Pada suatu hari yaitu tanggal 9 Ramadhan tahun 1395 H tatkala ia dalam perjalanan dari kota kerjanya menuju rumah kami di Riyadh ia mengalami kecelakaan, mobilnya terbalik. Akibatnya ia dimasukkan ke Rumah Sakit, ia dalam keadaan koma. Setelah itu para dokter spesialis mengabarkan kepada kami bahwasanya ia mengalami kelumpuhan otak. 95 persen organ otaknya telah rusak. Kejadian ini sangatlah menyedihkan kami, terlebih lagi kedua orang tuanya lanjut usia. Dan semakin menambah kesedihanku adalah pertanyaan putri kami (Asmaa') tentang ayahnya yang sangat ia rindukan kedatangannya. Ayahnya telah berjanji membelikan mainan yang disenanginya…


Kami senantiasa bergantian menjenguknya di Rumah Sakit, dan ia tetap dalam kondisinya, tidak ada perubahan sama sekali. Setelah lima tahun berlalu, sebagian orang menyarankan kepadaku agar aku cerai darinya melalui pengadilan, karena suamiku telah mati otaknya, dan tidak bisa diharapkan lagi kesembuhannya. Yang berfatwa demikian sebagian syaikh -aku tidak ingat lagi nama mereka- yaitu bolehnya aku cerai dari suamiku jika memang benar otaknya telah mati. Akan tetapi aku menolaknya, benar-benar aku menolak anjuran tersebut.

Aku tidak akan cerai darinya selama ia masih ada di atas muka bumi ini. Ia dikuburkan sebagaimana mayat-mayat yang lain atau mereka membiarkannya tetap menjadi suamiku hingga Allah melakukan apa yang Allah kehendaki.

Akupun memfokuskan konsentrasiku untuk mentarbiyah putri kecilku. Aku memasukannya ke sekolah tahfiz al-Quran hingga akhirnya iapun menghafal al-Qur'an padahal umurnya kurang dari 10 tahun. Dan aku telah mengabarkannya tentang kondisi ayahnya yang sesungguhnya. Putriku terkadang menangis tatkala mengingat ayahnya, dan terkadang hanya diam membisu.

Putriku adalah seorang yang taat beragama, ia senantiasa sholat pada waktunya, ia sholat di penghujung malam padahal sejak umurnya belum 7 tahun. Aku memuji Allah yang telah memberi taufiq kepadaku dalam mentarbiyah putriku, demikian juga neneknya yang sangat sayang dan dekat dengannya, demikian juga kakeknya rahimahullah.

Putriku pergi bersamaku untuk menjenguk ayahnya, ia meruqyah ayahnya, dan juga bersedekah untuk kesembuhan ayahnya.
Pada suatu hari di tahun 1410 H, putriku berkata kepadaku : Ummi biarkanlah aku malam ini tidur bersama ayahku...
Setelah keraguan menyelimutiku akhirnya akupun mengizinkannya.

Putriku bercerita :

Aku duduk di samping ayah, aku membaca surat Al-Baqoroh hingga selesai. Lalu rasa kantukpun menguasaiku, akupun tertidur. Aku mendapati seakan-akan ada ketenangan dalam hatiku, akupun bangun dari tidurku lalu aku berwudhu dan sholat –sesuai yang Allah tetapkan untukku-.

Lalu sekali lagi akupun dikuasai oleh rasa kantuk, sedangkan aku masih di tempat sholatku. Seakan-akan ada seseorang yang berkata kepadaku, "Bangunlah…!!, bagaimana engkau tidur sementara Ar-Rohmaan (Allah) terjaga??, bagaimana engkau tidur sementara ini adalah waktu dikabulkannya doa, Allah tidak akan menolak doa seorang hamba di waktu ini??"

Akupun bangun…seakan-akan aku mengingat sesuatu yang terlupakan…lalu akupun mengangkat kedua tanganku (untuk berdoa), dan aku memandangi ayahku –sementara kedua mataku berlinang air mata-. Aku berkata dalam do'aku, "Yaa Robku, Yaa Hayyu (Yang Maha Hidup)…Yaa 'Adziim (Yang Maha Agung).., Yaa Jabbaar (Yang Maha Kuasa)…, Yaa Kabiir (Yang Maha Besar)…, Yaa Mut'aal (Yang Maha Tinggi)…, Yaa Rohmaan (Yang Maha Pengasih)…, Yaa Rohiim (Yang Maha Penyayang)…, ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…, kemi beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya…

Ya Allah…, sesungguhnya ia berada dibawah kehendakMu dan kasih sayangMu.., Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya, dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya…Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim…sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya…

Ya Allah…sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh…Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…"

Lalu rasa kantukpun menguasaiku, hingga akupun tertidur sebelum subuh.

Tiba-tiba ada suara lirih menyeru.., "Siapa engkau?, apa yang kau lakukan di sini?". Akupun bangun karena suara tersebut, lalu aku menengok ke kanan dan ke kiri, namun aku tidak melihat seorangpun. Lalu aku kembali lagi melihat ke kanan dan ke kiri…, ternyata yang bersuara tersebut adalah ayahku…

Maka akupun tak kuasa menahan diriku, lalu akupun bangun dan memeluknya karena gembira dan bahagia…, sementara ayahku berusaha menjauhkan aku darinya dan beristighfar. Ia barkata, "Ittaqillah…(Takutlah engkau kepada Allah….), engkau tidak halal bagiku…!". Maka aku berkata kepadanya, "Aku ini putrimu Asmaa'". Maka ayahkupun terdiam. Lalu akupun keluar untuk segera mengabarkan para dokter. Merekapun segera datang, tatkala mereka melihat apa yang terjadi merekapun keheranan.

Salah seorang dokter Amerika berkata –dengan bahasa Arab yang tidak fasih- : "Subhaanallahu…". Dokter yang lain dari Mesir berkata, "Maha suci Allah Yang telah menghidupkan kembali tulang belulang yang telah kering…". Sementara ayahku tidak mengetahui apa yang telah terjadi, hingga akhirnya kami mengabarkan kepadanya. Iapun menangis…dan berkata, 
اللهُ خُيْرًا حًافِظًا وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ Sungguh Allah adalah Penjaga Yang terbaik, dan Dialah yang Melindungi orang-orang sholeh…, demi Allah tidak ada yang kuingat sebelum kecelakaan kecuali sebelum terjadinya kecelakaan aku berniat untuk berhenti melaksanakan sholat dhuha, aku tidak tahu apakah aku jadi mengerjakan sholat duha atau tidak..??

          Sang istri berkata : Maka suamiku Abu Asmaa' akhirnya kembali lagi bagi kami sebagaimana biasnya yang aku mengenalinya, sementara usianya hampir 46 tahun. Lalu setelah itu kamipun dianugerahi seorang putra, Alhamdulillah sekarang umurnya sudah mulai masuk tahun kedua. Maha suci Allah Yang telah mengembalikan suamiku setelah 15 tahun…, Yang telah menjaga putrinya…, Yang telah memberi taufiq kepadaku dan menganugerahkan keikhlasan bagiku hingga bisa menjadi istri yang baik bagi suamiku…meskipun ia dalam keadaan koma…

Maka janganlah sekali-kali kalian meninggalkan do'a…, sesungguhnya tidak ada yang menolak qodoo' kecuali do'a…barang siapa yang menjaga syari'at Allah maka Allah akan menjaganya.

Jangan lupa juga untuk berbakti kepada kedua orang tua… dan hendaknya kita ingat bahwasanya di tangan Allah lah pengaturan segala sesuatu…di tanganNya lah segala taqdir, tidak ada seorangpun selainNya yang ikut mengatur…

Ini adalah kisahku sebagai 'ibroh (pelajaran), semoga Allah menjadikan kisah ini bermanfaat bagi orang-orang yang merasa bahwa seluruh jalan telah tertutup, dan penderitaan telah menyelimutinya, sebab-sebab dan pintu-pintu keselamatan telah tertutup…

Maka ketuklah pintu langit dengan do'a, dan yakinlah dengan pengabulan Allah….
Demikianlah….Alhamdulillahi Robbil 'Aaalamiin (SELESAI…)

          Janganlah pernah putus asa…jika Tuhanmu adalah Allah…
          Cukup ketuklah pintunya dengan doamu yang tulus…
          Hiaslah do'amu dengan berhusnudzon kepada Allah Yang Maha Suci
          Lalu yakinlah dengan pertolongan yang dekat dariNya…

Tuesday, 13 May 2014

JANGAN PANIK dan TAKUT dengan Virus MERS (Middle East Respiratory Syndrome)

Pusat Tiket, Tour, Umrah dan Haji Khusus

Asalamu'allaikum wr wb...
Kepada Yth,
Para Tamu Allah dan Para Calon Tamu Allah
Terkait dengan virus MERS (Middle East Respiratory Syndrome) yang sedang mewabah di Arab, maka bagi para Jamaah A-RAYA T&T baik yang sedang berada di Tanah Suci maupun Calon Jamaah yang di jadwalkan akan berangkat untuk tidak panik maupun takut karena sampai saat ini Kementrian Agama RI belum memberikan regulasi resmi terkait dengan virus MERS (Middle East Respiratory Syndrome) yang sedang mewabah di Arab termasuk belum mengeluarkan Travel Warning terkait dengan kasus ini.
Pihak Kementrian Agama RI bersama Kementrian Kesehatan RI hanya melakukan himbauan untuk :
1. Menjaga kebugaran tubuh bagi (calon) jamaah umrah, baik sebelum mereka berangkat ataupun sudah berada di tanah suci agar imun dari serangan berbagai virus, khususnya MERS-CoV.
2. Selama di Tanah Suci (calon) jamaah umrah harus mengenakan masker.
3. Menerapkan perilaku hidup bersih seperti tidak merokok, mencuci tangan pakai sabun sebelum makan, dsb terutama saat berada di Tanah Suci.
4. Tidak bersentuhan dengan hewan ternak di Arab khususnya Unta walaupun hanya sekedar berfoto di dekat unta.
5. Melakukan suntik vaksin meningitis baik secara personal maupun dikoordinasikan bersama A-RAYA T&T.
6. Rutin melakukan pengecekan kesehatan khususnya bagi jamaah yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci.
Berita terkait bisa klik http://nasional.kompas.com/read/2014/04/29/2038188/Pemerintah.Minta.WNI.Jangan.Panik.Terkait.Virus.Mers.di.Saudi
Pesan ini di sampaikan oleh :
A-RAYA TOUR AND TRAVEL INDONESIA

Tuesday, 6 May 2014

Update Terbaru Program Umrah A-RAYA Tour and Travel Indonesia :

Pusat Tiket, Tour, Umrah dan Haji Khusus

------------------------------------------------------------------------------
Berangkat 25 Mei 2014 (Batam / 9 Hari) dan 5 Juni 2014 (Surabaya / 10 Hari) :
------------------------------------------------------------------------------
Start BATAM Mulai USD 1.850 (Pesawat Saudi Air terbang dari Singapore PP)
Start SURABAYA Mulai 2.100 (Pesawat Garuda dari Surabaya PP)

HOTEL MADINAH : Al Majjeedi/ setaraf - jarak ± 50 m dari hlm masjid
HOTEL MAKKAH : Jawharot Firdaus- jarak ± 500 m dari hlm masjid
------------------------------------------------------------------------------
Berangkat 01 Juli 2014 (Awal Ramadhan / 9 Hari)
------------------------------------------------------------------------------
Start SURABAYA Mulai 2.975 (Pesawat Garuda dari Surabaya PP)
HOTEL MADINAH : Bahaudin - jarak ± 100 m dari hlm masjid
HOTEL MAKKAH : Seraya Ajyad- jarak ± 300 m dari hlm masjid
------------------------------------------------------------------------------
Berangkat 08 Juli 2014 (Tengah Ramadhan)
------------------------------------------------------------------------------
Start SURABAYA Mulai 3.400 (Pesawat Garuda dari Surabaya PP)
HOTEL MADINAH : Bahaudin - jarak ± 100 m dari hlm masjid
HOTEL MAKKAH : Seraya Ajyad- jarak ± 300 m dari hlm masjid
------------------------------------------------------------------------------
Berangkat 16 Juli 2014 (Akhir Ramadhan)
------------------------------------------------------------------------------
Start SURABAYA Mulai 3.650 (Pesawat Garuda dari Surabaya PP)
HOTEL MADINAH : Al Saha - jarak ± 50 m dari hlm masjid
HOTEL MAKKAH : Burj Sulthon - jarak ± 150 m dari hlm masjid
*************** HUB : 0822 3292 3828, PIN BB 74853B7B ***************

Yuk Wisata ke Desa

Pusat Tiket, Tour, Umrah dan Haji Khusus

Bosan dengan Paket Wisata yang itu2 saja...
... Ke Pantai ?
... Ke Pusat Perbelanjaan ?
... Ke Pusat Hiburan Malam ?

Mungkin semua sudah pernah Anda jelajahi...
Kini A-RAYA Tour and Travel menawarkan konsep yang berbeda...

PAKET WISATA KE DESA
Temukan sensasi berbeda dengan sesuatu yang berbeda

Kejenuhan Anda yang (mungkin) sering dijalani, membuat Anda merindukan sesuatu yang bersumber langsung dari alam....

JALAN2 ke DESA...hmmm pastinya beda.
Anda akan kami ajak untuk mengunjungi sebuah desa di daerah Sleman Yogjakarta sekaligus bermalam dan menikmati kuliner khas pedesaan. Nuansa alam dan terbebas dari polusi pastinya akan sulit Anda temui di kota tempat Anda tinggal sekarang...tetapi semuanya akan bisa Anda nikmati di sini

Beragam permainan DESA pun bisa Anda mainkan disini seperti :
1. Egrang
2. Salak Glundung
3. Tarik tambang di Sungai dll

Pun Anda bisa menikmati aneka jajanan pasar untuk hidangan coffee break dan menu-menu khas pedesaan seperti Sayur asem, sambel terasi, sayur lodeh, ikan asin dsb disini



Tertarik menikmati keseruannya ?
Hanya dengan 800rb per pax (Start Surabaya dan sekitarnya min 20 orang), < 20 pax = Rp. 1.000.000 per pax

Anda akan mendapatkan :
1. 3 x makan (siang, malam dan sarapan dengan menu prasmanan) dan sekali coffee break
2. Menginap 1 malam dengan susana pedesaan yang sangat terasa
3. Transportasi Surabaya - Jogjakarta PP
4. Guide

Belum termasuk :
1. Tiket dari dan ke Surabaya PP
2. Tambahan tour diluar program
3. Makan diluar program

HUB A-RAYA Tour and Travel Cab. Surabaya sekarang juga
031-8547791, Pin BB 74853B7B

Monday, 28 April 2014

Say No to Paket Perjalanan Umroh Murahan !!! 

Pusat Tiket, Tour, Umrah dan Haji Khusus

Say No to Paket Perjalanan Umroh Murahan !!!

Resiko tingkat tinggi gak bisa berangkat lho. Apalagi dari daerah2. Berikut hal2 yg hrs diperhatikan apabila anda menerima penawaran biaya umrah dgn harga murah:

1. Umroh itu kalo sdh lunas harusnya satu bulan ato paling lambat 2 bln shrsnya sdh bs berangkat apalagi kalo dokumen sdh lengkap. Laah ini kok ditunda sampai 1 thn atau 2 thn? Pertanyaannya dikemanakan dulu uang itu?? Bs jadi diputer2 dulu buat invest dll. (Resiko Tinggi!)

2. Kalo memang niatnya ingin langsung ke mekkah/madinah ngapain hrs transit2 bahkan sampai 3x transit? Just info ya normalnya sby-jeddah itu 10 jam 10 mnt. Klo pake transit2 bisa smp 20 jam br smp jeddah, apa gak capek dijalan? Apalagi klo bw orang yg sdh tua. Ini namanya penyiksaan euy.. Terlalu! Idealnya adalah direct atau transit 1x saja klo dari Surabaya...

3. Biaya kok bisa cuma 15 jt? Sangat ga masuk akal, biaya pesawat aja PP brp? Belum visanya, hotelnya, makannya, tour guidenya, bus nya? Kurs dollar aja brp skrg? Trs buat nutupin kekurangannya pake apa?

4. Ini yg hrsnya dipikirkan & direnungkan : Allah sdh memberikan begitu bnyk rejeki sejak kita lahir sampai saat ini, begitu bnyk fasilitas hidup yg berlimpah.. Loh kok giliran memenuhi panggilannya pinginnya dgn pengorbanan yg sekecil-kecilnya? Apa gak malu sama Allah Yang Maha Kaya?

5. Sudah bnyk kejadian jamaah yg terlantar di bandara soekarno hatta, gak bs brgkt, petugas travelnya kabur dsb. Apa gk cukup itu smua menjadi pelajaran? Ini hanya bentuk keprihatinan saya pribadi saja.

Silahkan di renungkan sebelum menyesal kemudian krn tiada berarti. Mau berangkat Umroh dgn hrg yg logis, aman, langsung jeddah gk pake transit2an, cukup 1x transit & dilayani dgn baik?

Pilih PT. AUWLIYA RAYA LINTAS PERSADA. InsyaAllah perjalanan anda & keluarga aman, nyaman, tenang & lancar. Mohon do'a dr semuanya semoga kami tetap dijaga, & istiqomah dlm mengemban amanah melayani tamu2 Allah.

Hub : Pin BB 74F65C09 atau 031 8547791


Saturday, 1 March 2014

Di CARI min 5 Orang untuk Jalan2 ke Bangkok

Pusat Tiket, Tour, Umrah dan Haji Khusus

Bro/Sis...Dah beberapa kali ke Bangkok....? Atau belum pernah...???

Hmmmm... Yuuk ikutan jalan-2 bareng MATBULO si heMAT BAreng LOe ke Bangkok dan Pattaya 4D3N..wuiiihhh bakalan puas nih.

Catat tanggalnya ... 17 April 2014 s/d 20 April 2014
- Gak perlu manyun dong karena berangkatnya pas di tanggal long weekend ... coba ambil dan cek kalender kamu
- Gak perlu galau..karena kamu bisa cuma ngajak 4 orang temen kamu, jadi min 5 orang bisa langsung berangkat....
- Gak perlu ngerogoh kocek dalem2..karena cuma 2.9 jeti aja sudah include hotel 3 malam, makan selama di sana, akomodasi selama disana, guide berbahasa Indonesia

- Hrg di atas belum termasuk passport, tiket pesawat dari dan ke Bangkok + airport tax and blm termasuk buat suping2 disana hehehe

Disamping kunjungan ke objek wisata yang pasti dah pada kamu kenal...Disana juga bisa icip-2 kuliner khas Thailand seperti Ikan Panggang Garam , atau nyobain Wonton Noodles – Mie Pangsit ala Thailand..atau Mango Sticky Rice – Ketan Mangga...hmmmmm bikin nge ces aja

Buruan reserve sekarang juga..ajak temen seru kamu buat gabung
A-RAYA Tour and Travel INDONESIA

Cabang Banda Aceh : 0651-49841
Cabang Batam : 0778-362402, 7270272, 5124545
Cabang Jakarta : 021-92385456
Cabang Tangerang : 021-56655536
Cabang Blitar : 0342-441865
Cabang Malang : 0813-33104558
Cabang Surabaya : 031-8547791
Cabang Jember : 0331-7819999
Cabang Bojonegoro : 0812-1609 3332
Cabang Situbondo : 0878-5341 0236
Cabang Makassar : 0411-424373

A-RAYA Galery

Company Profile A-RAYA Tour and Travel

Pelayanan 24 Jam Non Stop

Dear A-RAYA Customer,
Untuk makin mendekatkan diri kepada pelanggan setia A-RAYA Travel serta dalam rangka mengakomodir keterbatasan waktu luang Anda semua, perlu kami sampaikan bahwa :

A-RAYA Tour And Travel Surabaya melayani Anda 24 Jam Non stop (Kecuali Sabtu, Minggu buka sampai jam 20.00)

Bagi Anda yang disibukkan dengan jam kerja yang cukup padat, maka anda bisa memanfaatkan jam operasional kami untuk melakukan reservasi bagi setiap rencana perjalanan Anda.

CATAT INFO ini baik-baik karena kami berusaha mengerti kebutuhan Anda.

Reservasi ONLINE

  • Air Asia
  • Batavia Air
  • Citilink
  • Garuda Indonesia
  • Kartika Air
  • Lion Air
  • Mandala Air
  • Merpati Air
  • Riau Airlines
  • Sriwijaya Air
  • Trigana Air

A-RAYA On Posmetro

A-RAYA On Posmetro