Source: http://caramembuat524.blogspot.com/2014/01/cara-agar-blog-tidak-bisa-di-copy-paste.html TIKET MURAH dan UMRAH HEMAT

PUSAT LAYANAN UMRAH & HAJI KHUSUS, TOUR, TICKETING, EVEN ORGANIZER, DAN KEMITRAAN

INFO PUSAT LAYANAN UMRAH DAN HAJI KHUSUS
Phone. 0822 3292 3828 Pin BB. 7CEA3C40

INFO PUSAT LAYANAN TOUR, EVEN ORGANIZER, TIKET
Phone. 0857 04945 612 Pin BB. 74F65C09

Thursday, 18 December 2014

Dosa Tidak Menutup Aurat Tidak Bisa Ditutupi dengan Pahala Shalat, Puasa, Zakat, atau Haji

Pusat Tiket, Tour, Umrah dan Haji Khusus

Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian besar kaum wanita menyangka jika tidak memakai jilbab “hanyalah” dosa kecil yang tertutup dengan pahala yang banyak dari shalat, puasa, zakat dan haji yang mereka lakukan. Ini adalah cara berpikir yang salah harus diluruskan. Kaum wanita yang tak memakai jilbab, tidak saja telah berdosa besar kepada Allah, tetapi telah hapus seluruh pahala amal ibadahnya sebagai bunyi surat Al-Maidah ayat 5 baris terakhir yang artinya: “Barang siapa yang mengingkari hukum-hukum syariat Islam sesudah beriman, maka hapuslah pahala amalnya bahkan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi.”
Sebagaimana kita ketahui, memakai jilbab bagi kaum wanita adalah hukum syariat Islam yang digariskan Allah dalam surat An-Nur ayat 59. Jadi kaum wanita yang tak memakainya, mereka telah mengingkari hukum syariat Islam dan bagi mereka berlaku ketentuan Allah yang tak bisa ditawar lagi, yaitu hapus pahala shalat, puasa, zakat dan haji mereka.

Sikap Allah di atas ini sama dengan sikap manusia dalam kehidupan sehari-hari sebagai terlambang dari peribahasa seperti: “Rusak susu sebelanga, karena nila setitik”. Contohnya, segelas susu adalah enak diminum. Tetapi jika dalam susu itu ada setetes kotoran manusia, kita tidak membuang kotoran tersebut lalu meminum susu tersebut, tetapi kita membuang seluruh susu tersebut.
Begitulah sikap manusia jika ada barang yang kotor mencampuri barang yang bersih. Kalau manusia tidak mau meminum susu yang bercampur sedikit kotoran, begitu juga Allah tidak mau menerima amal ibadah manusia kalau satu saja perintah-Nya diingkari.

Di dalam surat Al A’raaf ayat 147, Allah menegaskan lagi sikapNya terhadap wanita yang tak mau memakai jilbab, yang berbunyi, “Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, juga mendustakan akhirat, hapuslah seluruh pahala amal kebaikan. Bukankah mereka tidak akan diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan?”

Kaum wanita yang tak memakai jilbab didalam hidupnya, mereka telah sesuai dengan bunyi ayat Allah diatas ini, hapuslah pahala shalat, puasa, zakat, haji mereka.

Tuesday, 16 December 2014

Hukum Istri Melawan Suami dalam Islam dan atau Pergi Meninggalkan Rumah

Pusat Tiket, Tour, Umrah dan Haji Khusus

Suami tidak perhatian, sakit hati dengan perkataan atau perbuatan suami, penghasilan kurang, suasana rumah tidak menyenangkan biasanya dijadikan alasan untuk “melegalkan atau membenarkan tindakan seorang istri berani melawan suami dan bahkan meninggalkan suaminya” dengan pergi menginap ke tempat lain (teman, saudara, kantor, ortu dll) dengan harapan dapat menyelesaikan masalah atau hanya memberi pelajaran kepada suami agar tidak mengulangi perbuatannya lagi. Tindakan isteri meninggalkan suami ini sering dianggap ringan atau sepele oleh sebagian wanita yang tidak mengerti hukum Islam, tapi jika tindakan ini dilakukan terhadap seorang pria muslim yang paham hukum agama akan sangat fatal dan berat akibatnya karena agama Islam melarang dengan keras hal tersebut.

Isteri yang berani melawan bahkan berbicara keras pada suami hingga meninggalkan rumah tidak akan menyelesaikan masalah tapi justru akan memperberat masalah, suami akan mempunyai kesan istri pembangkang dan lari dari tanggung jawab kewajiban sebagai isteri, membuat suami menjadi sakit hati sehingga bisa menambah fitnah bagi diri sendiri dan suaminya. Apalagi jika isteri pergi meninggalkan rumah karena dimarahi suami yang menasehatinya sungguh sangat berdosa karena perbuatan isteri ini akan di laknat oleh Allah dan malaikatpun memarahinya (lihat Hadist Riwayat Abu Dawud dibawah)

Setan selalu berusaha untuk membujuk dan mengajak manusia untuk berbuat sesuatu yang tidak diridhoi Allah dan rasulnya. Setan bernama “Dasim” tugasnya membujuk seorang isteri agar tidak taat kepada suami dan mempengaruhi seorang isteri agar pergi meninggalkan rumah dengan berbagai alasan untuk membenarkan perbuatan diatas meskipun sudah jelas bahwa perbuatan tersebut dilarang oleh Quran dan Hadist. Alasan sakit hati karena perbuatan / perkataan suami, yang kadang dijadikan alasan isteri untuk membenarkan tindakan meninggalkan rumah dan suami.

Pertanyaan : Apakah boleh seorang istri membentak atau bersuara atau berkata keras kepada suami jika suami itu salah ?

JAWAB: Tidak boleh. Suami adalah orang yang paling harus ditaati dan dihormati sorang istri. Rasulullah Saw menunjukkan betapa tinggi posisi suami bagi istri dengan sabdanya:

“Seandai aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan seorang istri utk sujud kepada suaminya.” (HR Abu Daud, Al-Hakim, At-Tirmidzi).

“Tidaklah pantas bagi seorang manusia untuk sujud kepada manusia yang lain. Seandainya pantas/boleh bagi seseorang untuk sujud kepada seorang yang lain niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya dikarenakan besarnya hak suaminya terhadapnya…” (HR. Ahmad).

Sabda Nabi Muhammad SAW. “Dan sebaik-baik istri adalah yang taat kepada suaminya, bijaksana, berketurunan, sedikit bicara, tidak suka membicarakan sesuatu yang tidak berguna, tidak cerewet dan tidak suka bersuara hingar-bingar serta setia kepada suaminya.

“Sebaik-baiknya wanita — bagi suami — ialah yang menyenangkan ketika dilihat, patuh ketika diperintah, dan tidak menentang suaminya baik dalam hatinya dan tidak membelanjakan (menggunakan) hartanya kepada perkara yang dibenci suaminya” (H.R. Ahmad, An-Nasa-i , dan Al-Hakim).

Friday, 5 December 2014

Akhir Tahun Telah Tiba, Persiapkan Rencana Liburan Anda

Pusat Tiket, Tour, Umrah dan Haji Khusus

Liburan akhir tahun menjadi momen yang ditunggu-tunggu, karena menjadi kesempatan menikmati liburan bersama dengan keluarga tercinta. Namun perlu diketahui, liburan dimomen peak season atau puncak musim akan sangat mahal dan padat. Jika tidak direncanakan dengan baik, bisa jadi Anda tak akan bisa menikmati liburan akhir tahun dengan nyaman.


1. Rencanakan Liburan

Liburan berkaitan erat dengan budget dan lama waktunya. Nah, untuk itu tentukanlah kemana rencana liburan Anda jauh hari sebelumnya supaya memiliki waktu yang lebih banyak dalam mempersiapkan segaal keperluannya, seperti contoh liburan dengan jenis transportasi apa, kemana, berapa lama dan dengan siapa.


2. Ambil paket liburan akhir tahun

Maklum saja musim liburan natal dan akhir tahun adalah momentum bagi masyarakat untuk menikmati perjalanan bersama keluarga. Oleh karena itu, agen wisata akan menawarkan beragam paket wisata yang Anda ingini. Tak sedikit dari paket pilihan itu menawarkan promo-promo menarik, namun sangat dianjurkan untuk mengambil paket liburan jauh hari sebelumnya.


3. Pilih tujuan wisata yang menyenangkan dan aman

Rata-rata tempat wisata akan sangat ramai di musim peak season. Nah, untuk menikmati liburan nyaman dan menyenangkan cobalah menilik kalender dan mencari beragam informasi tentang wisata tujuan yang tidak dipadati wisatawan. Pilih tempat-tempat yang masih belum ramai dikunjungi namun tetap memberi kesan yang menyenangkan untuk berwisata.  

Bagi Anda yang merencanakan liburan ke luar negeri, terdapat beberapa tempat tujuan wisata yang dinilai asyik untuk menikmati akhir tahun seperti lima negara ini: Las Vegas (Amerika), London (Inggris), Tokyo (Jepang), Venesia (Italia) dan Goa (India).


4. Persiapkan budget liburan

Budget menjadi faktor penentu saat hendak merencanakan liburan akhir tahun. Agar keuangan tertata dengan baik, maka buatlah rincian pengeluaran perjalanan dengan cermat. Mulai dari transportasi, penginapan, makan hingga biaya pengeluaran tak terduga lainnya. Jangan lupa untuk membawa daftar rincian tersebut saat melakukan perjalanan agar disiplin mengelola keuangan saat liburan. Bila perlu jauhi kartu kredit sebagai alat pembayaran saat berlibur dan jangan sampai Anda malah terbebani dengan beragam tagihan setelah liburan.


5  Persiapkan barang bawaan

Barang bawaan saat liburan juga akan mempengaruhi budget dan keleluasaan Anda di tempat tujuan. Sesuaikanlah banyak barang yang akan Anda bawa dengan lama Anda berwisata. Jangan membawa barang-barang yang tidak terlalu penting. Jangan pernah meninggalkan perlengkapan P3K setiap kali berlibur sebagai antisipasi bila gangguan kesehatan anggota keluarga Anda tiba-tiba terjadi.

Liburan akhir tahun yang sangat padat dan mahal, menuntut setiap orang yang berencana berwisata untuk mempersiapkan segala keperluan sedini mungkin.

Alasan Asyik Liburan Akhir Tahun di Singapore

Pusat Tiket, Tour, Umrah dan Haji Khusus

Singapore dapat menjadi destinasi pilihan bagi Anda yang ingin menikmati liburan akhir tahun. Sejumlah kegiatan menarik akan digelar untuk memberikan kehangatan bagi para wisatawan.

Salah satu acara yang paling dinantikan adalah Orchard Road Christmas Light-up (CLU). Kegiatan ini menarik minat banyak wisatawan untuk berkumpul di kawasan perbelanjaan paling terkenal di Singapore dan menyaksikan pesona kemegahan cahaya lampu untuk menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru.

Kegiatan yang berawal pada 1984 ini, setiap tahunnya menarik minat wisatawan mancanegara dan lokal untuk datang dan menyaksikan dekorasi serta gemerlap cahaya penuh warna yang menakjubkan. CLU biasanya dimulai dengan pembukaan khusus yang mempertunjukkan kisah awal mula dekorasi lampu Natal.

Acara ini juga membuat seluruh gerai perbelanjaan di Orchard berkompetisi untuk mendekorasi gerai mereka dengan hiasan Natal terbaik untuk memenangkan kategori “Best Dressed Building”.
Tidak hanya CLU, sejumlah tujuan wisata di Singapore turut memeriahkan perayaan Natal dan Tahun Baru. Gardens by the Bay, misalnya, yang mengadakan acara ‘Christmas Wonderland’ mulai 29 September 2014 hingga 1 Januari 2015.

Di sini, pengunjung dapat menikmati perayaan Natal di daerah tropis dengan tampilan megah dari monumen lampu yang didatangkan langsung dari Eropa dan negara lain yang akan memanjakan mata Anda.
Untuk pengalaman yang lebih romantis, coba kunjungi Mount Faber. Setiap tahun, pohon-pohon pinus yang menjulang dan berbaris hingga kepuncak dihiasi dengan lampu-lampu indah. Disini, Anda dapat menikmati pemandangan Pulau Sentosa dan pelabuhan yang memukau.

Melalui kehadiran acara-acara menarik untuk memeriahkan musim Natal dan Tahun Baru, Singapore telah dikenal dunia sebagai destinasi wisata yang menyuguhkan pengalaman liburan akhir tahun yang unik untuk meciptakan liburan yang tidak akan terlupakan.

Nikmati keseruannya bareng keluarga dan sohib tercinta hanya bersama A-RAYA Tour and Travel INDONESIA.

Thursday, 4 December 2014

Hindari 11 Kesalahan sebagai Istri

Pusat Tiket, Tour, Umrah dan Haji Khusus

Saudariku, sebagian wanita mengabaikan beberapa kesalahan yang dapat menggoncang keharmonisan rumah tangga. Berikut ini kesalahan-kesalahan yang perlu kita hindari sebagai seorang istri agar bahtera rumah tangga senantiasa utuh dan kecintaan suami senantiasa bersemi.

1. Menceritakan kecantikan wanita lain kepada suami
Saudariku, sadarilah bahwa termasuk kesalahan ketika seorang istri menceritakan dan menggambarkan kecantikan wanita lain kepada suaminya. Tindakan ini seperti mengasah pisau yang sewaktu-waktu dapat melukai diri sendiri.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Janganlah seorang wanita bermubasyarah (bergaul akrab) dengan wanita lain kemudian dia menggambarkan keadaan wanita itu kepada suaminya seakan-akan suaminya melihat langsung wanita itu.” (HR Bukhari).
Hikmah di balik larangan ini adalah untuk menghindarkan suami agar tidak tergoda atau tergiur oleh wanita yang digambarkan istrinya, yang dapat mengakibatkan suami tersebut menceraikan istrinya. Oleh karena itu, sebagai istri yang cerdas, sudah selayaknya kita mengambil pelajaran dari larangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tersebut.
Sesungguhnya banyak kejadian nyata tentang suami-suami yang menceraikan istri-istrinya disebabkan oleh ulah istrinya sendiri yang suka menggambarkan kecantikan wanita lain kepada suaminya dengan gambaran yang detail.
Saudariku, sesungguhnya penggambaran itu sendiri sudah diharamkan meskipun tidak mendatangkan musibah seperti di atas. Bukankah seorang muslimah diwajibkan untuk berhijab agar auratnya tidak terlihat oleh laki-laki yang bukan mahramnya? Lalu apa jadinya jika kita menggambarkan keadaan seorang wanita kepada suami kita? Bukankah itu sama artinya kita menyibak hijabnya dan menelanjanginya? Semoga kita berhati-hati dalam masalah ini agar tidak terjebak pada musibah dan dimurkai Allah.

2. Berhias tidak pada tempatnya
Saudariku, percayakah engaku bahwa wanita adalah perhiasan? Tanpa polesan dan hiasan sekalipun, seorang wanita adalah perhiasan yang menawan. Lalu apa jadinya jika perhiasan itu diperindah dan dipercantik dengan pakaian dan polesan? Tentu saja ia akan semakin mempesona dan menggoda.
Tentu saja bukan hal yang salah ketika seorang wanita berdandan cantik dan mengenakan pakaian yang indah karena dengannya ia terlihat semakin sempurna. Hanya saja, yang sering terjadi adalah tindakan yang salah dalam menempatkan diri. Berapa banyak kita jumpai wanita yang begitu memperhatikan penampilan dan dandanan ketika keluar rumah, tetapi mengabaikan semua itu saat di rumah, saat di depan suaminya. Seakan-akan wanita ini tidak mempunyai rasa hormat dan peduli kepada suaminya. Suami yang punya rasa cemburu tentu tidak akan rela diperlakukan seperti ini.
Saudariku, sadarilah bahwa tindakan seperti ini merupakan kesalahan yang fatal. Hal ini dapat membuka pintu fitnah di mana suami melakukan selingkuh, istri digoda lelaki lain, hingga terjadinya perceraian. Semoga kesalahan fatal seperti ini tidak terjadi pada dirimu, saudariku. Suamimulah yang paling berhak untuk menikmati penampilan tercantikmu, jadi jangan abaikan dia.

3. Sambutan yang tidak tepat ketika suami tiba di rumah
Saudariku, kesalahan yang dilakukan oleh sebagian besar istri adalah ketika suaminya baru tiba di rumah dan belum juga menguap rasa penatnya, sudah disuguhi dengan berbagai persoalan dan kebutuhan rumah tangga. Tagihan listrik yang belum dibayar, pusingnya mengurusi anak-anak, uang belanja yang menipis, dan sebagainya. Bisa jadi suami menanggapi suguhan tidak menyenangkan itu, tapi jika sering dilakukan maka dapat menimbulkan rasa bosan dan jenuh. Karenanya, sebagai istri yang pintar, engkau tentu akan menunda semua itu dan menunggu waktu yang tepat untuk mengutarakannya.

4. Memasukkan seseorang yang tidak disukai suami ke dalam rumah
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Dan sesungguhnya kalian (wahai para suami) mempunyai hak atas mereka (para isteri) yaitu hendaknya mereka tidak memasukkan ke rumah kalian seseorang yang tidak kalian sukai, maka jika mereka melakukan hal itu maka pukullah mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkan. Dan mereka juga punya hak atas kalian yaitu menafkahi mereka dan memberikan mereka pakaian secara ma’ruf.” (HR Muslim, Ibnu Majah, An-Nasa’i, Abu Dawud, dll)
Saudariku, perhatikanlah hal ini. Berapa banyak istri yang mengabaikannya sehingga timbullah kerusakan di dalam rumah tangga. Seorang suami adalah imam yang wajib ditaati perintahnya selama tidak keluar dari syariat. Suami berhak melarang istrinya memasukkan orang-orang tertentu ke dalam rumah dan larangan ini wajib ditaati, meskipun saat itu suaminya sedang tidak berada di rumah dan tidak mengetahui hal itu.
Larangan tersebut tidak terbatas hanya untuk laki-laki yang tidak ada hubungan kerabat dengan istri, tetapi larangan dalam hadist tersebut juga mencakup larangan memasukan kerabat atau teman-teman wanita yang tidak disukai suami. Hal ini didasarkan kepada kemungkinan orang yang tidak disukai suami masuk ke dalam rumah dan bermaksud merusak hubungan suami istri tersebut. Orang itu dapat menghembuskan fitnah yang memancing kemarahan atau kecurigaan istri kepada suaminya sehingga terjadilah malapelaka.

5. Meninggalkan rumah tanpa izin suami
Hal yang dianggap ringan oleh sebagian wanita adalah meninggalkan rumah tanpa izin suami. Mereka menganggap tindakan ini sebagai sesuatu yang wajar, sepele, dan biasa saja. Padahal agama yang mulia ini melarang keras tindakan tersebut.
Ibnu Taimiyah berkata, “Tidak halal bagi seorang wanita keluar rumah tanpa izin suaminya. Jika ia keluar rumah tanpa izin suaminya, berarti ia telah berbuat durhaka, bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta layak mendapat hukuman.”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Tidak halal bagi seorang wanita untuk berada di rumah suaminya sedangkan suaminya tidak suka (ridha) dan janganlah ia keluar rumah dalam keadaan suaminya tidak ridha. Janganlah mentaati seorang pun di rumah suaminya (selain suaminya), janganlah ia menjadikan suaminya gusar, janganlah ia menjauhi ranjang suaminya dan janganlah ia merugikan suaminya walaupun ia (suaminya) lebih dhalim darinya (wanita) sampai (si istri) mencari keridhaan suami. Maka jika suami ridha dan menerimanya, maka itu suatu kenikmatan baginya (wanita). Allah akan menerima udzur-udzurnya dan akan berserilah wajahnya dan ia tidak berdosa, tapi jika suami menolak untuk ridha kepadanya maka sungguh ia telah menyampaikan udzur-udzurnya.” (HR Baihaqi)
Saudariku, sebagai wanita muslimah, kita perlu berhati-hati dalam setiap tindakan agar tidak menyebabkan kemurkaan Allah. Perlu engkau ketahui bahwa meninggalkan rumah bukanlah hal yang tepat untuk mengatasi persoalan. Justru persoalan yang sudah ada akan berkembang menjadi lebih rumit.
Meninggalkan rumah tanpa seizin suami berarti mengabaikan hak-hak suami untuk dilayani di rumah. Tindakan seperti ini hanya memperkeruh suasana dan merusak keharmonisan rumah tangga. Sebagian wanita berpikir bahwa meninggalkan rumah dapat menjadi solusi bagi persoalan rumah tangga, menarik simpati suami, menunjukkan eksistensi diri di depan suami. Sungguh, ini perbuatan tercela yang dilarang Allah. Suami pun akan merasa tidak dihargai dan merasa dilecehkan.

6. Menunda-nunda perintah suami
Salah satu peran istri dalam rumah tangga adalah melayani suami. Oleh karena itu, wajar jika suami minta ini itu kepada istrinya. Tapi tak jarang, istri enggan menuruti permintaan suami atau sengaja menundanya. Misalnya suami minta dibuatkan kopi, dibuatkan ketikan, diambilkan alat tulis, semuanya terkesan sepele. Akan tetapi, jika istri menyepelekan pemintaan suami dan hal itu menjadi kebiasaan, maka akan timbul kekesalan di hati suami. Suami merasa tidak dihargai dan diremehkan.
Saudariku, sadarilah bahwa kewajibanmu adalah menaati semua perintah suami sekalipun di matamu itu hal yang sepele, selama perintah itu tidak keluar dari jalur syari’at. Pahamilah hal ini dan jangan menganggapnya sebagai hal yang bisa diabaikan. Jika engkau bisa bersegera memenuhi panggilan dan melaksanakan perintahnya, jangan terpikir untuk menunda-nunda. Jadilah istri yang menyenangkan hati suami.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sebaik-baik isteri ialah yang dapat menyenangkan hati suaminya apabila engkau (suami) melihatnya dan apabila disuruh dia menurut perintahmu, dan dia dapat menjaga kehormatan dirinya dan hartamu ketika engkau tiada di rumah. ” (Riwayat Thabrani)

7. Bersahabat akrab dengan orang yang tidak disukai suami
Saudariku, adakalanya suami kita tidak menyukai orang-orang tertentu di sekitar kita. Tentu saja rasa tidak sukanya itu mempunyai alasan. Bisa jadi suami melihat ada akhlak dari orang tersebut yang tidak baik atau kedekatan dengan orang tersebut dapat menimbulkan lebih banyak madharat daripada kebaikan.
Sebagai seoraang istri, kita perlu peka terhadap hal ini dan tidak mengabaikannya. Jangan sampai kita bersahabat akrab dengan seseorang sementara orang itu tidak disukai suami. Pengabaian seperti ini dapat merusak keharmonisan rumah tangga. Bisa jadi orang yang tidak disukai suami tersebut mencari-cari aib rumah tangga yang sudah disimpan rapat, kemudian ia sebarluaskan kepada orang lain. Atau juga kehadirannya bisa memberi pengaruh buruk pada akhlak seorang istri sehingga ia berani menentang suaminya.
Pernah terjadi dalam sebuah rumah tangga yang mana istrinya bersahabat baik dengan seorang wanita yang tidak disukai suaminya. Beberapa kali sang suami mengingatkan istrinya agar menjauhi wanita tersebut. Akan tetapi sang istri tidak juga melakukannya. Hasilnya, beberapa kali rahasia rumah tangga mereka terkuak keluar dan bahkan sempat terjadi perseteruan antara suami dan istri tersebut akibat ulah wanita sahabatnya. Sang istri akhirnya menyadari kesalahannya dan membuat jarak dengan wanita sahabatnya itu. Alhamdulillah belum terlambat, sepasang suami istri ini terhindar dari malapelata yang lebih besar dan kehidupan rumah tangga mereka semakin harmonis setelah sang istri menuruti peringatan suaminya.

8. Senang membicarakan kejelekan orang lain
Sudah menjadi fitrahnya seorang wanita lebih banyak berbicara daripada laki-laki. Dan salah satu kelemahan orang yang banyak bicara adalah mudah tergelincir dalam kesalahan akibat pembicaraannya. Oleh karena itu saudariku, kita perlu berhati-hati menjaga gerak lidah yang tidak bertulang ini. Bagaimana pun juga, lidah yang kecil ini dapat membawa bencana jika tidak dijaga dengan baik.

Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَومٌ مِّن قَوْمٍ عَسَى أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاء مِّن نِّسَاء عَسَى أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ


“Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka(yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita(mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) ….” (QS Al-Hujurat [49]: 11)

Allah telah memperingatkan kita agar tidak mengolok-olok atau menjelekkan orang lain. Dan pada ayat di atas, setelah disebutkan janganlah suatu kaum mengolok-olok, masih diulang lagi penyebutan jangan pula wanita-wanita(mengolok-olok). Ini menunjukkan betapa wanita berpeluang lebih besar untuk membicarakan kejelekan orang lain. Bahkan sering kita jumpai beberapa wanita duduk berkumpul dan terlihat asyik, ternyata mereka sedang menggunjing, sedang dalam majelis ghibah.

Terkadang seorang istri membicarakan kejelekan orang lain dengan maksud untuk menarik perhatian suaminya, menjadikan hal itu bahan pembicaraan agar suaminya bisa diajak ngobrol. Akan tetapi, ketahuilah bahwa suami tidak menyukai hal itu. Baginya, hal seperti itu hanya membuang waktu dan tidak membei manfaat sedikitpun. Kebiasaan membicarakan kejelekan orang di depan suami bisa jadi malah membuat suami mempertanyakan akhlak kita sebagai istrinya.

9. Membandingkan suami dengan lelaki lain
Siapapun orangnya, tentu tidak akan suka dibanding-bandingkan dengan orang lain. Begitu juga seorang suami, dia tidak akan senang dibandingkan dengan suami orang. Hal ini hanya akan menumbuhkan kebencian dan rasa curiga suami kepada istrinya.

Barangkali sebagian wanita membandingkan suaminya dengan orang lain dengan maksud untuk memotivasi. Namun hal ini tidaklah akan mencapai hasil yang diinginkan, justru yang terjadi adalah kerusakan. Sebagai misal seorang istri berkata kepada suaminya, “Itu Pak Fulan, orangnya terlihat gesit, supel, aktivitas sosialnya bagus. Penampilannya juga selalu rapi dan bersih.” Mungkin si istri bermaksud memotivasi suaminya agar berperan lebih baik. Akan tetapi, yang ditangkap oleh suami seringnya justru berbeda. Suami akan tersinggung dan merasa dilecehkan karena dibandingkan dengan laki-laki lain. Selain itu, hal ini juga dapat memicu kecurigaan suami bahwa istrinya ternyata memperhatikan laki-laki secara detail. Keadaan seperti ini dapat menjadi gerbang kehancuran bahtera rumah tangga.
Oleh karena itu saudariku, ketika muncul rasa kagum kepada laki-laki lain, jangan buka hal itu kepada suami. Disimpan di hati pun jangan. Segera buang jauh-jauh dan perhatikan segala kebaikan suami sehingga engkau akan menemukan bahwa dialah orang yang paling tepat menjadi pendampingmu.

10. Banyak bicara
Banyak bicara merupakan sikap yang berlebihan dan ini sering kita jumpai pada kebanyakan wanita. Banyak bicara menyebabkan pelakunya lebih mudah tergelincir daripada tidak. Dalam hal ini, Allah dan Rasul-Nya tela mengingatkan kita untuk menjaga lisan agar tidak jatuh pada ketergelinciran.

Allah berfirman,

مَا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS Qaaf [50]: 18)

Di dalam kitab tafsirnya, Ibnu Katsir menuliskan, “Disebutkan bahwa Imam Ahmad mengeluh ketika sakit. Kemudian ia mendengar Thawus berkata, Malaikat mencatat segala sesuatu hingga suara keluhan. Imam Ahmad pun tidak pernah mengeluh lagi hingga meninggal dunia, semoga Allah merahmatinya.”
Sebagian ulama juga berkata, “Jikalau seandainya kalian yang membelikan kertas untuk malaikat yang mencatat amalan, sesungguhnya kalian akan memilih lebih banyak diam daripada banyak bicara.”

Allah juga berfirman,

مَا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.” (QS An-Nisaa’ [4]: 114)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya ia berkata yang baik atau diam.” (HR Bukhari dan Muslim)
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku di akhirat nanti adalah orang yang paling jelek akhlaknya, orang yang banyak bicara, orang yang berbicara dengan mulut yang dibuat-buat dan orang yang sombong…” (Shahih al-Jami’ash-Shaghir)
Abu Darda’ berkata, “Lebih berlaku adillah terhadap telingamu daripada lidahmu! Karena tidaklah diciptakan telinga itu dua kecuali agar kamu lebih banyak mendengar daripada berbicara.” (Mukhtashar Minhaj al-Qashidin, Ahmad bin Qudamah al-Maqdisi)

Saudariku, berbagai dalil dan perkataan para ulama di atas sudah seharusnya menyadarkan kita betapa bahayanya lisan. Sebagai seorang istri, terlalu banyak bicara dapat membuat suasana hati suami menjadi keruh. Selain itu, banyak bicara dapat membuat lidah kita tergelincir dari membuka aib rumah tangga, menggunjing orang, dan hal-hal tercela lainnya.

11. Suka menggerutu dan berkeluh kesah
Saudariku, tahukah engkau bahwa seorang laki-laki paling benci kepada wanita yang suka menggerutu dan mengeluh tentang hal yang terlihat sepele? Mempunyai tetangga yang menyebalkan, anak rewel dan susah disuruh makan, kemahalan belanja di tukang sayur keliling, baju kesayangan yang terpaksa sobek karena kecantol paku, dan sebagainya, semuanya seakan antre ingin dikeluhan kepada suami. Seperti nyamuk yang terbang kian kemari, suaranya seperti kepak sayap nyamuk yang tidak mengenakkan telinga. Padahal segala yang dikeluhkan itu tidak untuk mencari jalan keluar, hanya sekedar menumpahkan kekesalan hati yang dibuat sendiri.

Saudariku, percayalah bahwa mengeluh dan menggerutu setiap hari kepada suami tidak akan membuatnya terkesan dan menaruh simpati. Apalagi jika engkau mengeluh pada saat yang tidak tepat, di mana suami sedang lelah sepulang kerja, banyak tugas menumpuk. Hal ini justru dapat membuat suami enggan berlama-lama di dekatmu.

Periode Januari 2014, Paket 9 Hari Starting Surabaya

Pusat Tiket, Tour, Umrah dan Haji Khusus

Periode Januari 2014, Paket 9 Hari Starting Surabaya :
1. Paket umroh hemat hotel bintang 3 - USD 1950 (quard)
Makkah - Alkholil/Setaraf
Madinah - Rehana Mubarok/Setaraf
2. Paket umroh hemat hotel bintang 4 - USD 2050 (Quard)
Makkah - Dar eiman grand/Olayan Ajyad/Setaraf
Madinah - Dar eiman Taibah/Setaraf
3. Paket umroh hemat hotel bintang 5 - USD 2250 (Quard)
Makkah - Grand zamzam/Setaraf
Madinah - Dallah taibah/Setaraf
Harga Sudah Termasuk :
1. Tiket pesawat sesuai program
2. hotel sesuai program
3. makan sehari 3x
4. Muthowwif
5. Ziarah di makkah dan madinah
6. Visa umroh
7. Transportasi BUS AC
10. Air zamzam 10 liter
Harga Belum Termasuk :
1. Airport tax, Handling, Perlengkapan (bisa dari kami atau tidak)
2. Biaya surat keterangan mahram Rp 250.000
3. Surat meningitis
4. pasport
5. Tambah nama pasport
6. Transport dari dan ke daerah masing2x
7. Kelebihan bagasi
8. Pengeluaraan pribadi
9. City Tour di luar program
NOTE : Keberangkatan Januari 2015.
Info Lengkap Ping Me 7597898F

Bromo Plus Surabaya City Tour 2D1N

Pusat Tiket, Tour, Umrah dan Haji Khusus

Bromo Plus Surabaya City Tour 2D1N
[ ] DAY 1: Jemput di Bandara juanda, langsung menuju Restoran lokal untuk menikmati makan siang.
[ ] Kemudian langsung menuju Gunung Bromo, menuju Hotel check in dan kemudian makan malam di restoran lokal. Acara bebas menikamti keindahan Gunung Bromo.
[ ]
[ ] DAY2: Dini hari menuju puncak gunung untuk menikmati "SUNRISE". Sarapan Pagi di Hotel, kemudian menuju Surabaya, city tour Surabaya, dan sidoarjo, makan siang , ke pusat oleh oleh jawa timur pasar Genteng, kemudian diantar ke Bandara utk kembali ke kota asal.
[ ]
[ ] Tour Selesai
[ ]
[ ] HARGA 1.000.000/ pax
[ ] Sudah termasuk:
[ ] transportasi sbya - bromo PP
[ ] Jeep menuju puncak
[ ] City tour
[ ] 2 x makan siang
[ ] 1 x makan malam
[ ] 1 x sarapan pagi di hotel
[ ] Belum termasuk:
[ ] Tips guide & sopir 20rb/org

Monday, 1 December 2014

Kisah haru nenek tukang permak baju bisa berangkat haji

Pusat Tiket, Tour, Umrah dan Haji Khusus

Bila Allah berkehendak serta menghendakinya, adalah mudah bagi-Nya, dan terjadilah hanya dengan kehendak-Nya. Seperti itulah yang kini terjadi pada Siti Zuhriah (63), penjahit yang dapat berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji.

Meski pendapatannya dari menjahit baju tidak besar, Zuhriah, janda beranak empat itu dapat menunaikan Rukun Islam kelima. Dengan doa, bantuan kawan dan usaha yang maksimal, keinginan menunaikan haji yang sudah diniatkan sejak 2009 itu akhirnya terwujud tahun 2014 ini.

Purbudi Wahyuni, pengurus kelompok bimbingan ibadah haji (BPIH) Bina Umat, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menceritakan, sejak mengutarakan keinginannya untuk pergi haji, Zuhriah berusaha untuk bisa mewujudkan keinginannya tersebut. Meski di awal usahanya, wanita yang telah memiliki buyut ini sempat pesimistis.

"Di awal, Ibu Zuhriah sempat pesimis, apa bisa beliau pergi haji hanya dengan bekerja sebagai penjahit, yang pendapatannya saja tidak tentu," kata Purbudi.

Purbudi pun kemudian meyakinkan Zuhriah untuk percaya, semuanya pasti ada jalannya. Awal 2010, Purbudi kemudian mendaftarkan Zuhriah untuk dalam program talangan haji.

"Dia sempat nangis ketika tahu dapat dana talangan haji Rp 2 juta. Setelah dapat dana talangan itu, dia terus nabung sampai bisa punya dana cukup buat biaya haji," ujar Purbudi yang juga guru mengaji Zuhriah.

Pada 2011, Purbudi mendapat informasi, peserta haji yang mendapat dana talangan haji harus segera melunasi ongkos naik haji. Saat itu, tabungan Zuhriah belum mencukupi.

"Lalu saya bilang, dana talangan haji diperpanjang saja sampai tahun 2012. Biaya perpanjang Rp 750 ribu," ujarnya.

Zuhriah lalu memutar otak, bagaimana caranya agar biaya haji yang kurang tersebut bisa tertutupi. Dia lalu meminjam uang kepada empat anaknya. Dari keempat anaknya tersebut, hanya satu orang yang sanggup menambah kekurangan biaya tersebut.

"Lalu saya bilang ke Ibu Zuhriah, dari pada motor yang biasa dipakainya tidak digunakan, lebih baik dijual saja. Dan alhamdulillah, saat saya sampaikan itu kepada ibu-ibu yang mengaji di tempat saya, langsung motor tersebut ada yang beli."

Kini Ibu Zuhriah dapat bernafas lega. Keinginannya untuk bisa pergi haji dapat terlaksana tahun ini. Dirinya berangkat ke tanah suci terdaftar di kloter 24 SOC Bantul

Thursday, 27 November 2014

KISAH MENGHARUKAN SEORANG ISTRI YANG DIMADU

Pusat Tiket, Tour, Umrah dan Haji Khusus


Cerita ini adalah kisah nyata dari sahabatnya sahabatku, yang tidak ingin disebutkan nama aslinya. Ia memintaku untuk menuliskan perjalanan cintanya dalam sebuah cerita. Semoga ini juga menjadi pembelajaran untuk kita semua dan bisa memetik hikmah dari sebuah peristiwa, walau pengalaman yang datang dari orang lain.
Cinta adalah sesuatu yang lembut dan halus. Mencintai dan dicintai adalah keinginan setiap orang, karena dengan saling mencintailah kebahagian itu akan tercipta. Mencintai tapi tak dicintai, adalah hal yang wajar karena cinta adalah perasaan yang tidak bisa dipaksa. kebahagiaan tak akan terasa ada jika terjalin dari keterpaksaan.
Tapi, bagaimana jika dua insan saling mencintai tetapi salah satunya tersakiti? Masihkah itu bisa disebut dengan cinta? Silahkan anda temukan jawabannya dalam kisah cinta di bawah ini. … selamat membaca ….
Kisah cinta ini berawal ketika aku mengenalnya lewat memori hujan di sudut kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Setelah pulang kerja, aku terdesak untuk mengikuti mata pelajaran tambahan di kampus. Tetapi naas, motor yang kukendarai dengan kecepatan tinggi jatuh terhempas di jalanan membuatku tak sadarkan diri. Entah bagaimana akhirnya, wanita itu membawaku ke rumah sakit terdekat.
Tiga hari aku dirawat di sana, dia lah yang menjagaku, karena aku sebatang kara di kota itu. Keluargaku ada di kota sebelah, orang tuaku asli
warga Banjarmasin dan menetap di sana. Sementara, aku kuliah di Palangkaraya sebagai anak kost dan bekerja di Pall Mall sebagai kasir.
Meskipun sebenarnya aku anak orang berada, tetapi aku lebih memilih hidup mandiri. Kuliah dari hasil pekerjaanku sendiri serta bantuan beasiswa yang kuterima dari Universitas Palangkaraya. Aku ingin jadi lelaki mandiri agar kelak bisa berdiri tanpa bergantung pada orang lain, terutama pada orang tuaku sendiri.
“Lize” nama wanita itu. Senyumnya menggetarkan jiwaku. Wajahnya cantik, secantik hatinya. Satu kata mulai terlahir dari hatiku yang mungkin terlalu cepat. Aku jatuh cinta padanya, saat pertama kali melihatnya. Gadis cantik itu bernama, Lize Kristiani. Keturunan Chines yang memilik wajah oriental suku Dayak Palangka.
Setelah kami saling berkenalan dan bertukar nomer hp aku sangat terkejut, ternyata dia seorang mahasiswi yang satu kampus denganku. Kondisiku yang belum sembuh betul karena luka yang cukup serius membentur tulang kakiku masih terasa pedih kurasakan, membuatku harus dituntun sampai ke dalam mobil. Lize, mengantarku sampai tempat aku kost ke jalan Krakatau.
Mulai saat itu, aku selalu merasa berhutang budi padanya.
Setiap hari, kami selalu pulang dan pergi ke kampus bersama. Pertemanan kami berakhir dengan berawalnya kisah cinta. Aku tak dapat menghindari perasaan ini, semakin aku menjauh darinya, semakin hatiku sakit.
Aku telah terpanah busur cintanya, walau sudah beberapa kali kupikirkan untuk menjauhinya, ternyata hanya membuat hatiku semakin terluka. Akhirnya, kuputuskan untuk kuteruskan saja cinta ini. Walau kutahu, aku telah salah memilih tambatan hati. Aku seorang Muslim, dan dia seorang Kristen.
Lize. Dia sangat mencintaiku, seperti itu pula cintaku padanya. Cinta ini lahir begitu saja tulus dari hati, sampai tak ada wanita lain yang bisa menggeser posisinya di hatiku. Sekian lama kebersamaanku dengannya, keluarganya pun turut merestui hubungan kami.
Mereka juga tahu, kami dari agama yang berbeda. Sudah hampir empat tahun cinta kami terjalin, sudah lebih sepuluh kali aku membujuknya memeluk agama Islam. Tapi, sudah sepuluh kali juga tiap aku memintanya untuk meninggalkan agamanya, dia malah memilih untuk memutuskan jalinan cinta yang kami bina. Semua itu membuat aku sangat terpukul.
Pernah satu kali dia memutuskan cinta, lalu meninggalkanku seminggu ke Jakarta, hatiku sungguh sangat terluka. “Padahal hanya seminggu” Aku, seperti orang gila yang terlihat normal. Tak ada satu orang pun yang bisa membuatku tersenyum.
Teman-temanku yang berusaha menghiburku dengan menghadirkan wanita lain di hadapanku juga tak ada gunanya. Baru kusadari cintaku pada Lize bukanlah cinta biasa.
Aku, kembali merasakan butir-butir kebahagiaan setelah ia ada di hadapanku, datang membawakan segelas lemon tea dan nasi rawon kesukaanku. Dia tahu, aku selalu telat makan. Lize menyuapiku tanpa bicara sepatah kata pun. Airmata mengalir di pipiku meruntuhkan derajat kelelakianku, tapi aku tak peduli itu. Aku pun memeluknya dengan sangat erat dan meminta maaf padanya.
“Rifky, aku mencintaimu, tapi aku tak pernah memaksamu untuk meninggalkan Tuhanmu” matanya berkaca-kaca memandangi wajahku dengan sendu.
“Maaf kan … aku … Ay … ( panggilan kesayanganku untuknya) aku janji tidak akan mengulangi hal bodoh ini lagi. Aku mencintaimu, kumohon jangan pernah tinggalkan aku lagi.”
Kuliah selesai, dan kami pun mengadakan Wisuda. Lize memintaku untuk segera melamarnya, aku pun tak menolak untuk hidup bersamanya. Aku pulang ke Banjarmasin dan berjanji akan kembali datang untuk melamarnya, setelah mendapatkan pekerjaan tetap.
Tetapi, masalah besar justru hadir setelah kepulanganku. Cintaku ditentang keras oleh orang tuaku. Ayah dan Ibuku ternyata telah menyiapkan jodoh untukku, yaitu putri sahabat Ayah seorang gadis muslimah dari Martapura, Kalimantan Selatan.
Wanita salehah yang juga cantik rupanya itu bernama, Ikhma. Aku tidak tertarik dengan wanita keturunan gadis Banjar-Arab itu. Bagaimana mungkin aku akan bahagia nantinya, jika aku harus menikah dan hidup bersama dengan wanita yang sama sekali tidak aku cintai?
Aku tak berdaya menolak paksaan kedua orang tuaku ,untuk segera menikah dengan Ikhma. Aku juga tak punya kekuatan untuk terlepas dari kuatnya cinta pada wanita pertama yang hadir di hidupku. Lize, dialah wanita yang menorehkan cinta teramat dalam di hatiku, yang menyesakan dadaku dengan menghadirkan kenangan manis yang selalu membuat aku rindu.
Wanita yang sering membuatku menangis karena takut kehilangan cintanya. Bagaimana mungkin aku bisa terlepas begitu saja untuk meninggalkannya? Sementara hatiku telah terkurung dalam penjara cintanya. Empat tahun bukanlah waktu yang singkat untuk menyayangi seseorang dalam kebersamaan, lantas melepaskannya begitu saja. Tentunya bukan hal yang mudah untuk kehilangan orang yang teramat dicintai.
****
Rasa berdosa kepada pengantin wanita di sebelahku, dan kepada wanita yang sedang menungguku terus memburu ke dalam hatiku. Kusebut nama yang salah dalam proses ijab kabul, yang akhirnya diulang berkali-kali membuat Ikhma nampak kecewa kepadaku.
Hatiku haru biru. Kesekian kalinya aku mendapat bimbingan, akhirnya kata sah keluar dari saksi kedua mempelai. Ikhma, dia resmi menjadi Istriku.
Setelah selesai shalat Isya berjamaah. Tak ada malam pertama setelah kami menikah, aku berdalih tak enak badan pada Ikhma. Padahal malam pertama, adalah malam terindah yang selalu dinantikan sepasang pengantin muda. Tapi tidak bagiku, pedih dan sedih mengumpat di dadaku. Ikma buatkan aku secangkir teh hangat dan membujukku untuk makan, aku menolak. Bahkan, aku tak meminum sedikit pun teh yang disiapkannya untukku hingga dingin.
Malam-malam selanjutnya kulakukan tugasku sebagai suami, meskipun saat melakukannya yang kubayangkan hanya wajah Lize. Wajah itu selalu membayang-bayangi di setiap hariku. Aku yang sebenarnya periang dan penyayang. kini berubah menjadi pribadi yang pendiam dan tertutup. Di rumah aku hanya bicara seperlunya, dan sekarang aku menjadi seorang lelaki yang mudah marah, walau aku tak pernah memukul wanita.
Sedikit saja Ikhma berbuat salah, aku selalu memakinya, memarahinya dengan meledak-ledak dan mengeluarkan kata-kata kasar. Kalaupun dia tidak salah, aku selalu berusaha mencari-cari kesalahannya.
Berulang kali kucoba ingin menceraikannya, selalu tak ada kekuatan untuk melakukannya. Tak ada dukungan dari siapapun, selain hatiku sendiri yang menentang. Pastinya orang tua dan keluargaku akan marah, karena mereka menganggap Ikhma wanita terbaik untuk hidupku dan masa depanku.
Meskipun Ikhma sering mendapatkan perlakuan yang tak enak dariku, ia selau sabar menghadapi tingkahku, walau ia tak mendapatkan hak nya sebagai seorang istri.
Setiap kali aku menghubungi Lize via telpon hatiku terasa sangat sakit, karena banyak kebohongan-kebohongan tercipta setelah aku menikah. Aku, yang sebenarnya telah bekerja di perusahaan besar di Banjarmasin dengan jabatan yang cukup tinggi, mengaku belum mendapatkan pekerjaan tetap. Sehingga, aku belum bisa menemui Lize ke Palangka untuk memenuhi janjiku yang tertunda, yaitu menikahinya.
Ikhma, sebenarnya ia wanita yang baik dan cantik, tapi hatiku tak pernah tergerak untuk mengakuinya sebagai istri. Sebelum berangkat ke kantor, Ikhma selalu menyiapkan segala keperluanku. Mulai dari menyiapkan makan, sampai memakaikan sepatu dan jasku. Terkadang, ia juga menyelesaikan tugas-tugas kantor yang belum sempat kuselesaikan.
Sebelum berangkat kerja ia selalu mencium tanganku dengan lembut, tapi aku tak pernah mengecup keningnya. Aku tahu, ia sangat mengharapkan kelembutan hatiku, merindukan sentuhan hangat juga merindukan kecupan kasih sayang dariku. Layaknya wanita lain yang mendapatkan kemesraan dari setiap pasangannya.
Sewaktu makan siang pun, ia selalu mengantarkan rantang makanan nasi rawon kesukaanku, walau tak pernah kusentuh masakan itu. Saat pulang kerja, aku tak pernah tersenyum menemui istriku yang membukakan pintu dengan dandanan yang cantik, bahkan sudah menyiapkan air hangat untuk mandi sore beserta baju gantiku.
Pahitnya, hatiku tak pernah tersentuh. Yang kutahu, apa yang ia lakukan untukku selalu salah di mataku. Aku, tak bisa membedakan mana yang hitam dan putih lagi., yang kutahu, ia selalu salah dan salah. Walau pun ia benar, di mataku ia tetap salah.
Lize. Aku pun tak punya pilihan lain. Dia, mengancam akan meninggalkanku, bila tidak segera menikahinya.
***
Tak ada wanita yang ingin dimadu, tapi tak ada juga lelaki yang ingin hidup satu atap dengan wanita yang tak pernah dicintai. Setiap kali aku memaksa diri untuk belajar menerima Ikhma dalam hidupku, namun apalah daya cinta itu tak pernah terasa ada.
Terluka dan terluka, itulah rasa yang telah tertoreh di dalam hatiku. Hanya sakit yang mengganjal didadaku, saat cinta bicara dengan orang yang salah bukan dari pilihan hati. Akhirnya aku harus berbohong pada Ikhma, akan ada tugas keluar kota untuk dua bulan ke depan untuk rencana pernikahan keduaku.
”Kuputuskan untuk menikahi Lize dengan cara Islam, walau pun aku telah melanggar hukum dan syariat Islam di dalamnya. Aku juga mengetahui larangan Allah dalam Firman-Nya: ..
“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik hingga mereka beriman (masuk islam). Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walau pun ia menarik hatimu.
Dan janganlah kamu menikahkan wanita orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) hingga mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik meskipun ia menarik hatimu (Qs : Albaqarah :221).
Benar kata pepatah, sepandai-pandainya tupai melompat akan terjatuh juga.
Dua bulan berlalu, aku kembali ke Banjarmasin bukan karena Ikhma, tapi karena tanggung jawab pekerjaanku. Setelah empat bulan kepulanganku dari Palangka, Lize datang ke rumahku dan bertemu dengan keluarga serta istriku. Ia datang sebagai istri keduaku yang tidak hanya sendiri, tapi dengan jabang bayi yang ada di rahimnya hasil buah cinta kami.
Lize sempat pingsan dua kali saat aku mengakui kebohonganku, bahwa Ikhma adalah istri pertamaku. Aku membopongnya tubuhnya yang tak sadarkan diri ke kamar. Saat aku dihakimi oleh keluargaku dan istri keduaku, kulihat Ikhma lah yang paling tegar.
Tak ada setitik air mata mengalir di wajah sendunya, malahan ia sibuk menenangkan ibuku yang tak henti menangis dan memakiku. Padahal aku tahu, pasti dia lah orang yang paling terluka hatinya kala itu.
“Ay, bangun ay … ” Aku menyodorkan segelas air putih dan meminumi Lize yang mulai sadar. Kugenggam erat tangan Lize sambil memeluk erat tubuhnya. Aku tahu, Lize akan marah besar padaku saat ia tersadar nanti, karena aku membohonginya selama ini. Aku sama sekali tidak mempedulikan Ikhma, yang memanadangiku di balik pintu kamar dengan air mata yang menggenang di sudut matanya dari wajahnya nampak kelam dan suram.
Setelah Lize sadar, ia menangis menghambur ke pelukanku sekaligus memukul-mukul dadaku. Dalam pelukanku, kutenangkan ia agar berhenti menangis. Kusuapi ia, agar mau makan. Kubujuk Lize, untuk bisa memaafkanku. Kuceritakan semua yang terjadi dengan sebenar-benarnya, bahwa pernikahanku dengan Ikhma bukanlah keinginanku.
Lize, ia menerima kenyataan itu pastinya juga dengan hati yang sangat terluka. Malam itu, aku tidur dengan Lize. Sementara, aku tidak tahu Ikhma tidur di kamar mana. Yang kutahu, ia tidak mau kukembalikan pada orang tuannya.
Hidup satu atap dengan dua wanita bukanlah hal yang mudah, apalagi ada orang tuaku yang selalu menyertai di dalamnya. Kesukaran demi kesukaran terjadi. Orang tuaku yang menentang cintaku, terutama ibu, yang selalu menyalahkan Lize sebagai perebut suami orang. Dan konyolnya, ibu percaya kalau aku telah terkena guna-guna (ilmu hitam) dari Lize, gadis keturunan Suku Dayak asli sehingga aku tak pernah bisa melepaskannya.
Lize, ia diperlakukan orangtuaku dengan tidak adil. Seperti apa yang kulakukan kepada Ikhma, begitu juga yang dilakukan orangtuaku pada Lize. Aku mengancam Ibu akan keluar dari rumah, jika tidak menghormati Lize sebagai istriku. Tentunya Ibu tidak akan rela jika aku meninggalkannya, karena aku anak satu-satunya.
Tetapi, ibu juga membuat hatiku risau. Ibu mengancamku tak akan memaafkanku, jika aku tidak membagi cintaku dengan adil kepada dua istri yang keduanya masih sah sebagai istriku.
Terutama istri pertamaku, yang selama ini kusia-siakan. Ini hal yang tersulit yang harus kuhadapi. Tak ada wanita yang ingin digilir cintanya, apalagi dengan keadaan Lize yang sedang hamil muda.
Malam keempat, saat aku seranjang dengan Ikhma, aku tak dapat tidur. Bayanganku ada pada Lize yang berbaring di kamar sebelah. Mungkin ia sedang menangis atau kedinginan, karena tak ada aku di sampingnya menyelimuti tubuhnya, membelai rambutnya dan mencium keningnya sebelum tidur, hal yang tak pernah kulakukan pada Ikhma.
Aku juga tidak tahu wanita mana yang paling terluka hatinya. Di antara dua wanita ini hanya satu cinta yang kupunya, tentunya untuk Lize. Entah kapankah, aku akan bisa menjadi suami yang adil.
“A, aku rela kau madu dan membagi cintaku , asal jangan kau ceraikan aku …”
Ikhma memohon di hadapanku dengan airmata yang tak dibuat-buat. Aku hanya tertegun mendengar kata-kata itu, rasanya hatiku hampa sekali. Tak ada jawaban dariku, karena aku memang tak ingin menjawabnya. Dan untuk kesekian kalinya, kutorehkan luka di dadanya dengan caraku yang tak pernah lembut memperlakukannya.
Bahkan, aku lebih sering tidur dengan Lize dari pada dengan Ikhma, jika tak ada orang tuaku di rumah.
Pada malam selanjutnya yang dulunya tak pernah kukehendaki terjadi juga. Karena saat itu orang tuaku ada di rumah, aku pun haus bersikap lembut kepada Ikhma. Harusnya aku hanya tidur dengan Ikhma malam itu, tapi karena Lize mengatakan ia sedang tak enak badan, ia pun meminta untuk tidur bertiga di dalam kamar Ikhma, aku pun tak dapat menolak.
Kulihat Ikhma memalingkan tubuhnya, setelah aku mengecup kening Lize di hadapannya. Aku baru bisa tertidur, setelah Lize ada di sebelah kiriku sambil menenangkanku. Seperti biasa, setiap lewat dari jam satu malam menuju dini hari, Ikhma shalat tahajud.
Entah do’a apa yang ia minta pada Allah, sampai air matanya menetes di pipi. Kudengar samar-samar, ia inginkan agar aku bisa mencintainya dan memberi kasih yang sama, seperti orang ketiga yang hadir dalam cinta kami.
Wanita yang telah kusakiti untuk kesekian kali, malam itu bagai terlahir seperti bidadari surga, walau aku mulai tak mengerti dengan perasaanku. Entah dari mana datangnya, hatiku mulai tersentuh dengan cintanya. Malam itu, aku menggaulinya dengan sepenuh hatiku. Kupandangi wajahnya yang teramat cantik malam itu dengan rasa kasih yang luar biasa.
“Mamah … kau terlihat sangat cantik malam ini sepertinya … aku … telah … jatuh hati … padamu …”
“Katakah sekali lagi A … aku ingin mendengarnya..”
“Mamah, Kau … terlihat … sangat … cantik … malam ini … dan sepertinya … aku …”
Tak dapat kuteruskan kata-kata itu, mungkin karena hatiku agak sedikit tabu untuk mengakuinya. Ikhma menangis bahagia karena terharu, walau aku tak dapat meneruskan kata-kata selanjutnya.
Dan aku tahu, ia sangat ingin mendengar aku melanjutkan kata-kata itu, tapi aku tak bisa. Lidahku terasa kelu, urat leherku terasa kaku, tapi kata-kata itu memang tulus dari hatiku, walau pun sebelumnya aku tak dapat tidur karena terus memikirkan wanita keduaku.
Lize, ia tahu aku tidak hanya sekedar tidur dengan Ikhma, membuatnya sangat cemburu. Seakan, ia tak dapat menerima dan tak sanggup lagi hidup denganku.
Pagi tiba. Lize, memasukan baju-bajunya ke dalam koper. Aku merasa terpukul sekali. Aku membujuknya untuk tetap bersamaku sambil meminta maaf, aku juga menjelaskan padanya, apa yang telah aku lakukan tadi malam hanyalah sebuah kekhilafan yang terjadi di luar kendaliku.
Aku makin jadi serba salah, Ikhma menangis mendengar kata-kataku, bahwa tadi malam yang kami lakukan hanyalah suatu “kekhilafan.” Dan baru kali ini, aku juga peduli pada Ikhma.
Aliran darahku seakan berhenti, saat Lize meminta aku menceraikannya dan ia akan menggugurkan anakku yang ada di dalam kandunganya. Ia merasa sudah tak tahan hidup denganku, dengan cinta yang tak adil untuknya. Ikhma menuntun Lize masuk ke dalam rumah, untuk bicara baik-baik bertiga.
Karena hari itu hari Minggu, hanya ada kami bertiga di rumah. Aku sedang libur kerja, sementara orang tuaku telah berangkat ke luar kota setelah shalat subuh.
” Lize, jangan kau tinggalkan Mas Rifky, karena ia tak bisa hidup tanpamu …,”
“Mungkin kau bisa tegar menghadapi semua ini, tapi aku tidak ! Kau, telah merebut ia dariku. Aku sangat benci padamu ,Ikhma. Juga padamu, Rifky. Mengapa harus ada anak ini di rahimku, sementara kau sakiti aku dengan cintamu”
Lize menangis dengan emosi yang membara …
“Aku, tidak pernah merebut Mas Rifky darimu. Aku, menikah dengan mas Rifky karena perjodohan yang tak pernah ku tentang. Jika kutahu dia milikmu, pastinya aku tak akan menerima perjodohan itu.
Ia lelaki pertama di hidupku, yang membuatku terikat dalam tali perkawinan. Ku pikir, dengan adanya ikatan pernikahan akan ada kehidupan cinta di dalamnya, tapi sampai kini aku tak pernah menemui semua itu”
Mata Ikhma berkaca-kaca walau kelihatan nampak tegar.
“Mengapa kau tidak minta cerai darinya Ikhma, bukankah kau tak pernah bahagia selama hidup dengannya? kau, adalah racun yang mematikan dalam cinta kami”
“Demi Allah Lize, perceraian adalah sesuatu yang dibenci Allah walau diperbolehkan. Mas Rifky, adalah jodoh yang diberikan Allah yang ternyata bukan hanya untukku, tapi juga untukmu.
Untuk kujaga dan kuhormati pangkatnya dalam istana hatiku, yang selalu aku terima setiap perlakuan apa pun darinya dengan Ikhlas. Aku belajar mencintainya, seperti Tuhan mencintaiku. Aku tak pernah merasa tersakiti dalam keadaan apa pun, selama aku bersamanya.
Mungkin, aku yang belum beruntung dalam menjalani kehidupan cintaku. Kau beruntung, telah mendapatkan cinta yang besar darinya dan mendapatkan keturunan darinya. Aku turut bahagia dengan semua itu”
“Mengapa kau bisa setegar ini Ikhma, maafkan aku baru ku sadari, aku lah yang menjadi duri dalam daging untuk kehidupan cintamu, aku akan pergi dari kehidupan kalian ..”
“Tidak Lize, kau akan tetap di sini, bersama aku dan Mas Rifky. Iya kan, Mas?”
Aku hanya mengangguk, tak percaya ada wanita setegar Ikhma di dunia ini. Mungkin, ia adalah bidadari yang benar adanya, dan hatinya serupa dengan malaikat yang tak bersayap?
***
Sembilan bulan berlalu. Saat jam bekerja Ikhma menelponku mengabarkan kado bahagia, yang membuat hatiku bersuka cita. Akhirnya, Lize melahirkan sorang putri yang cantik jelita, itu artinya aku telah menjadi seorang ayah.
Kupandangi wajah istriku yang masih lemas di dalam kamar bersalin. Segera aku datangi Lize dan mencium keningnya. Aku meminta Ikhma dan Lize, tetap menjadi istri yang rukun dan ibu yang baik buat anak-anakku nantinya. Dan Ikhma pun, dengan perasaan suka menyetujuinya. Lize juga senang mendengar kabar kehamilan Ikhma, yang ternyata sudah memasuki bulan kedua.
Saat perjalanan pulang ke rumah bersama keluarga besarku. Kulihat senyuman itu manis sekali tengah memangku putri kecilku. Wajah Ikhma terlihat sangat cantik, dan tak bosan-bosan aku memandangnya. Cinta kurasakan hari itu teramat besar padanya, walau bukan terlambat untuk mencintainya. Tetapi setidaknya, aku sempat memberi cintaku padanya melebihi cinta yang kurasakan pada Lize sebelumnya.
Lize, tersenyum ke arahku dengan tatapan bahagia. Bahagia karena telah menjadi seorang ibu dan bisa menerima kemelut cinta yang telah kami hadapi bersama. Tapi, tak pernah ku sangka senyuman itu menjadi detik terakhir untuk kunikmati di hari bahagia dan keindahnya. Tuhan, telah memberikan jalan lain untukku.
Ia mengambil semua keindahan cinta di saat aku baru mengecap kisah kasih yang sempurna. Sebuah mobil datang dari arah pertigaan kota, lalu bertabrakan dengan mobil yang kukendarai. Kecelakaan maut itu telah merenggut nyawa istriku yang pertama.
Sebelum menghembuskan nafas terakhir, ia mengucapakan dua kalimat syahadat dengan fasihnya dan sempat berpesan padaku:
“A Rifky … Kau telah menjadi Ayah. Anak Lize, adalah anakku juga. Jagalah anak kita dan sahabatku, Lize. Jangan pernah kau sakiti hatinya, dan cintailah ia dengan cinta yang seutuhnya. Aku titip mereka padamu …”
“Iya, Mah …” Air mataku mengalir sambil merangkul tubuhnya. Kupeluk dan kuciumi wajahnya yang bersimbah darah di kepala.
“Jangan tinggalkan aku, Mah. Kau wanita yang kuat … Kau akan bisa bertahan, Mah …” teriakku dengan airmata yang membanjir.
Tuhan kiranya berkehandak lain. Jodoh, kehidupan, dan kematian, Tuhan lah pemilik dan pengaturnya. Sampai di penghujung nafasnya, ia mengucapkan kalimat syahadat dengan begitu fasihnya. Rohnya melayang pergi meninggalkan jasadnya. Ikhma pun tiada.
Penyesalanku memang tak berguna, tapi setidaknya aku sempat memberikan cinta yang besar padanya kurang lebih satu tahun sebelum kepergiannya, dengan cinta yang tak dapat kutebus untuk seumur hidupku.
Karena setelah kepergiannya, aku tak pernah bisa berhenti untuk mencintainya. Dia, memberiku kehidupan sebagai jantung kedua di hidupku. Mungkin jika saat itu orang tuaku tidak menjodohkan aku dengan wanita setegar dia, aku tak akan bisa bersama kembali dengan orang yang juga sangat kucintai, Lize.
“Jika Lize adalah cinta pertamaku, maka Ikhma telah menjadi cinta terakhirku ..
Jika Lize adalah cinta matiku, maka Ikhma lah sebagai cinta yang hidup dalam jiwaku ..
Jika lize adalah cinta suciku, maka Ikhma adalah cinta sejati di hidupku ..
Dan aku menunggu hari-hari indah itu kembali ..
Mengharapkan satu saat nanti …
Aku bertemu dengan anak dan istriku berkumpul kembali, di surga yang abadi …”
Maafkan aku Ikhma … yang tak sempat memberimu cinta, dari separu usiaku yang tertinggal. Semoga, kau diterima di sisi-Nya dan mendapatkan kebahagiaan abadi yang dikelilingi malaikat-malaikat putih yang menghias tidur panjangmu, dengan taman kehidupan wangi surgawi yang tak pernah pudar.
Kusimpan cintamu dalam kasih yang abadi di dalam kenanganku. Pertemuan yang kurindukan itu akan ada, setelah aku menyusulmu.
Aku, menunggu jantung keduaku untuk bisa segera bersamamu. Kita akan bertemu di sana bersama anak-anak kita. Di sini, kami selalu berdo’a kebaikan untukmu dan selalu merindukanmu.
Tidurlah yang damai, dan bersimpuhlah di keharibaan Tuhan yang selalu kau bangakan keagungan-Nya. Semoga, kau telah di tempatkan di surga firdaus-Nya. Aamiin …
~ o ~
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya. Aamiin
Silahkan Klik “SUKA” dan “BAGIKAN”, Jika dinilai baik & bermanfaat bagi sahabat semua. Semoga menjadi kebaikan Kita semua.
(Cantumkan jika ada doa khusus, agar kami para jamaah bisa mengaminkannya)
Ya ALLAH…
✔ Muliakanlah orang yang membaca tausiah ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca dan membagikan tausiah ini.
Aamiin ya Rabbal’alamin

Sunday, 16 November 2014

Paket Umrah Padamu Negeri

Pusat Tiket, Tour, Umrah dan Haji Khusus

A-RAYA Tour and Travel menawarkan paket umroh untuk rombongan (Travel Agent, Pondok Pesantren dan atau Komunitas) dengan program paket umroh murah/rakyat. Kami sediakan mulai hotel bintang 3 sampai hotel bintang 5. Perjalanan 9 hari.

Starting Surabaya

1. Paket umroh hemat hotel bintang 3 - USD 1950 (quard)
Makkah - Alkholil/Setaraf
Madinah - Rehana Mubarok/Setaraf

2. Paket umroh hemat hotel bintang 4 - USD 2050 (Quard)
Makkah - Dar eiman grand/Olayan Ajyad/Setaraf
Madinah - Dar eiman Taibah/Setaraf
3. Paket umroh hemat hotel bintang 5 - USD 2250 (Quard)
Makkah - Grand zamzam/Setaraf
Madinah - Dallah taibah/Setaraf

Pesawat :
Bussiness Air/Air Asia

Untuk Pesawat Etihad Harga sbb :
Hotel Bintang 3 - USD 2025
Hotel Bintang 4 - USD 2125
Hotel Bintang 5 - USD 2325
Untuk Pesawat Saudia, Harga sbb :
Hotel bintang 3 - USD 2150
Hotel Bintang 4 - USD 2250
Hotel Bintang 5 - USD 2450

Booking fee untuk seat pesawat USD 200/pax

Harga Sudah Termasuk :
1. Tiket pesawat sesuai program
2. hotel sesuai program
3. makan sehari 3x
4. Muthowwif
5. Ziarah di makkah dan madinah
6. Visa umroh
7. Transportasi BUS AC
10. Air zamzam 10 liter

Harga Belum Termasuk :
1. Airport tax, Handling, Perlengkapan (bisa dari kami atau tidak)
2. Biaya surat keterangan mahram Rp 250.000
3. Surat meningitis
4. pasport
5. Tambah nama pasport
6. Transport dari dan ke daerah masing2x
7. Kelebihan bagasi
8. Pengeluaraan pribadi
9. City Tour di luar program
NOTE : Keberangkatan Januari 2015.

Info Lengkap Ping Me 7597898F

A-RAYA Galery

Company Profile A-RAYA Tour and Travel

Pelayanan 24 Jam Non Stop

Dear A-RAYA Customer,
Untuk makin mendekatkan diri kepada pelanggan setia A-RAYA Travel serta dalam rangka mengakomodir keterbatasan waktu luang Anda semua, perlu kami sampaikan bahwa :

A-RAYA Tour And Travel Surabaya melayani Anda 24 Jam Non stop (Kecuali Sabtu, Minggu buka sampai jam 20.00)

Bagi Anda yang disibukkan dengan jam kerja yang cukup padat, maka anda bisa memanfaatkan jam operasional kami untuk melakukan reservasi bagi setiap rencana perjalanan Anda.

CATAT INFO ini baik-baik karena kami berusaha mengerti kebutuhan Anda.

Reservasi ONLINE

  • Air Asia
  • Batavia Air
  • Citilink
  • Garuda Indonesia
  • Kartika Air
  • Lion Air
  • Mandala Air
  • Merpati Air
  • Riau Airlines
  • Sriwijaya Air
  • Trigana Air

A-RAYA On Posmetro

A-RAYA On Posmetro